Sehat dan Bermanfaat di Gentala Arasy Jambi
📅 Sabtu, 18 Mei 2019, 01:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: koran jakarta/m aden maruf
Kota Jambi, sebagai Ibu Kota Provinsi Jambi, memiliki daya tawar di segala aspek, termasuk destinasi wisata. Dari sekian banyak destinasi wisata, salah satu yang bisa jadi pilihan saat berlibur di Jambi yaitu Gentala Arasy.
Gentala Arasy berada di Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Menariknya, Gentala Arasy bukanlah satu-satunya tempat wisata. Para pelancong bisa menikmati paket wisata yang ada di Gentala Arasy.
Paket wisata di Gentala Arasy ini selain murah juga menyehatkan. Menyehatkan, karena dalam daftar pertama paket wisata, Gentala Arasy menyuguhkan sebentang jembatan dengan panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter khusus bagi pedestarian.
Jembatan yang membentang menyerupai huruf S itu mampu membuat pengunjung berkeringat ketika melewatinya. Ketika berjalan, pengunjung akan disuguhi panorama menarik dari sungai Batanghari dan daerah seberang yang dari jauh tampak hijau oleh pepohonan. Deru mesin perahu beradu dengan suara para pengamen yang berdendang lagu melayu, jadi musik pengiring saat menempuh perjalanan di jembatan. Pengunjung juga bisa menikmati hembusan angin yang menyejukkan badan.
Selain itu, perjalanan terasa semakin lengkap dengan berfoto. Bagi para pelancong luar kota, berfoto dengan latar belakang Sungai Batanghari merupakan kesempatan yang tidak pasti datang dua kali.
Selain sebagai destinasi wisata, adanya jembatan ini digunakan juga warga Kota Jambi untuk menyeberang. Di satu seberang, Jambi adalah kota yang penuh pertokoan dan pusat perekonomian. Hal-hal berbau urban tersaji di sana, sedangkan di seberang lain atau biasa warga sekitar menyebutnya Jambi Seberang, masih sangat terasa nuansa tradisional yang dapat dilihat dari rumah-rumah panggung yang berdiri di seberang yang lain.
Sebelum jembatan membentang di atas Sungai Batanghari pada tahun 2014, warga harus menggunakan perahu kecil atau getek untuk menyeberang. Tentu dengan adanya jembatan ini, setidaknya warga bisa berhemat.
Selain berhemat, ada warga yang memanfaatkan jembatan ini untuk membuka usaha seperti warung kecil di pinggir sungai. Mereka menjual aksesori sampai cemilan seperti jagung dan sosis bakar. Harganya pun terbilang murah.
Di ujung jembatan, di daerah Jambi Seberang, terdapat destinasi wisata kedua yaitu Menara Gentala Arasy. Paduan warna menara yang hijau, emas, dan putih gading begitu memikat mata.
Nama Gentala Arasy ini merupakan gabungan dari tiga kata. Gentala sendiri merupakan akronim dari Genta yang berarti bunyian dari logam dan Tala yang berarti alat penyelaras nada. Sedangkan kata Arasy berarti takhta tertinggi. Makna yang dikedepankan dari gabungan kata ini adalah bunyi panduan yang menyelaraskan ketentuan waktu di mana umat harus merunduk, ruku, dan sujud kepada Allah yang maha tinggi. Pesan tersebut kemudian ditubuhkan dalam empat jam di atas menara. Jam-jam tersebut berfungsi sebagai pengingat waktu beribadah umat Islam di Jambi.

Selepas berjalan menyusuri jembatan, bersantai sejenak di bawah menara bisa jadi pilihan. Pengunjung bisa berteduh di pelataran menara atau taman. Bagi yang membawa anak, bisa juga menyewa permainan yang tersedia di sekitar menara untuk menghibur si buah hati.
Setelah santai sejenak, Gentala Arasy menyediakan tempat wisata edukasi yaitu Museum Gentala Arasy. Terletak di bagian bawah menara, museum tersebut bisa menjadikan wisata terasa bermanfaat.
Di ruangan museum yang melingkar itu terdapat banyak koleksi yang dipamerkan. Mulai dari perkembangan Islam di Nusantara dan Melayu, sampai koleksi budaya batik. Ada juga program rencana pembangunan Kota Jambi dan alat-alat yang digunakan untuk membangun Gentala Arasy. Paling menarik perhatian, di museum ini terdapat Al Quran dan beduk raksasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!