Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Adaptasi Menu Barat di Sajian Kuliner Lokal

📅 Senin, 04 Mar 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Adaptasi Menu Barat di Sajian Kuliner Lokal Doc: istimewa

Kuliner Indonesia banyak terpengaruh dari perjalanan budaya bangsa lokal dan asing. Dalam santapan sehari-hari, menu yang terhidang biasanya ada benturan dan percampuran budaya barat (Eropa) dan timur (Indonesia).

Negara-negara di dunia, saat ini, sudah hampir tidak ada sekat sama sekali. Apa yang terjadi di suatu negara, bisa dilihat dan "dirasakan" nuansanya saat itu juga di belahan negara lain.

Mulai dari gaya hidup, pola kerja, budaya, hingga sajian masakan sebuah negara, menjadi tren untuk diadopsi negara lainnya. Namun, sebenarnya, akulturasi sudah ada sejak masa lampau. Hanya saja, saat ini kemasannnya makin kentara.

Ya, akulturasi budaya Barat dan Timur dimulai sejak pertengahan abad ke-19. Saat itu ada masa penjajahan kolonial dan Belanda yang memengaruhi semua aspek kehidupan termasuk dunia boga Indonesia.

Secara umum akulturasi bisa diartikan suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Salah satu pengaruh itu adalah di bidang kuliner atau tata boga. Kuliner Indonesia banyak terpengaruh dari perjalanan budaya bangsa Indonesia sendiri. Dalam santapan sehari-hari, menu yang terhidang biasanya ada benturan dan percampuran budaya barat (Eropa) dan timur (Indonesia).

Salah satu akulturasi dalam masakan itu yakni olahan daging sapi. Kalau di Barat dikenal dengan Beefsteak, mungkin di Indonesia lebih populer dengan nama bistik, semur atau selat (khususnya di Solo).

Bistik atau semur sebenarnya merupakan makanan asli Portugis. Kemudian menu diadaptasi sebagai makanan khas orang Belanda dengan komposisi daging ayam atau sapi yang bercita rasa sedikit manis. Asal kata semur ini dari kata smoouur.

Kini, semur ini diadaptasi menjadi makanan lokal, seperti di daerah Betawi, atau bistik di di wilayah Jawa Barat atau Sunda. Bahkan semur ini dianggap sebagai steik bergaya lokal yang populer di Batavia pada saat itu. Bentuk dagingnya yang besar, sehingga harus dipotong-potong pada saat menyajikannya.

Sedangkan bistik atau biefstuk oleh orang-orang Belanda pada awalnya dianggap sebagai makanan utama dalam rijsttafel yang terpisah dengan makan nasi yang lebih dianggap sebagai appertizer.

Bistik dimakan dengan kentang, sayuran (terutama kacang polong atau ercis) dan wortel. Bistik bagi orang Indonesia kala itu, justru lebih cenderung dijadikan sebagai teman makan nasi. Bahan dasar bistik ini adalah daging sapi yang dimasak dengan rempah rempah, dan cenderung sedikit manis.

Satu lagi yang hampir sama dengan bistik, adalah selat Solo. Selat Solo yang dikenal juga dengan nama bistik Jawa yang sudah diberi modifikasi agar khas dengan lidah orang Solo ini sebenarnya adalah adaptasi oleh warga Kraton Solo, untuk makanan bestik lon yang dimaksud beefsteak.

Isinya terdiri dari daging sapi diiris agak tipis, sekitar 6-7mm, seukuran 15cm x 7cm. Daging ini dimasak seperti semur. Selain daging, dilengkapi dengan kentang goreng. Isi lain adalah buncis dan wortel iris rebus. Sepotong tomat segar serta daun slada dan acar timun. Ada juga telur rebus, yang tinggal bagian putih telurnya saja.

Kuningnya, sudah dimasak terpisah, dicampur dengan mustard. Semua bahan ini disiram dengan sedikit kuah kecoklatan berasa manis. Selat Solo boleh dikatakan gabungan dari beefsteak dan salad ala Jawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
NTT Kembali Diguncang Gempa...

Muara Enim Coba Atur Hasil Audit BPK

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Muara Enim Coba Atur Hasil ...
Daerah
173 Rumah Ibadah di NTT Rus...

Penyegaran, Tujuh Pejabat Tinggi Jakarta Dilantik

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Penyegaran, Tujuh Pejabat T...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.