Pendidikan dan Revolusi 4.0
📅 Rabu, 25 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi tengah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan ABK, banyak faktor lain yang menghambat seperti jarak, waktu, dan kondisi ABK sendiri. Maka, peran strategis keluarga untuk menjadi mitra, supporter sekaligus fasilitator ABK menjadi kunci utama. Keluarga menjadi mitra pertama dan utama ABK untuk belajar dan mengembangkan potensi. Keluarga semestinya paling memahami dan memungkinkan untuk mendampingi lebih intens agar pendidikan ABK lebih tepat sasaran dan berkesinambungan.
Menjadikan keluarga sebagai ujung tombak pendidikan ABK tentu memerlukan sejumlah syarat. Secara emosional mereka harus siap dan bisa menerima. Secara keilmuan dan informasi juga cukup memadai untuk mendampingi proses belajar ABK. Dalam konteks ini, pembekalan orangtua ABK menjadi langkah strategis dan mendesak direalisasikan.
Seminar, pelatihan, dan semacamnya perlu digalakkan bagi orangtua ataupun anggota masyarakat yang concern pendidikan ABK. Juga perlu pendampingan yang sebisa mungkin menjangkau banyak lapisan masyarakat, agar dalam tataran praktiknya, orangtua ABK memiliki tempat untuk bertanya dan konsultasi perkembangan pendidikan ABK.
Bagi orangtua ABK, saatnya bersikap lebih terbuka, proaktif, dan menjemput bola demi masa depan anak. Mereka harus membuka hati, tegar, dan optimistis. Mereka bisa membentuk komunitas untuk berbagi. Dengan demikian, orangtua tidak merasa sendiri. Anggota komunitas saling menguatkan, sehingga muncul motivasi.
Peran orangtua bagi pendidikan ABK sangat besar karena menjadi tumpuan harapan dan mitra utama ABK menyongsong masa depan. Orangtualah kunci pembelajaran optimal ABK. Orangtua yang menutup diri dan pasif, jadi batu sandungan perkembangan ABK.
Penulis Alumna Pascasarjana Universitas Airlangga
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!