Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Jaksel Harap Tenang: Jalan Mabes Hankam Sampai TB Simatupang Kena Rekayasa Lalu Lintas

📅 Kamis, 04 Des 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Warga Jaksel Harap Tenang: Jalan Mabes Hankam Sampai TB Simatupang Kena Rekayasa Lalu Lintas Doc: ANTARA

JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta resmi menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Mabes Hankam, Jalan Supriyadi, dan Jalan TB Simatupang imbas pemasangan pipa distribusi air bersih Proyek SPAM Buaran 3 (P12). Pengaturan ini diperlukan untuk membuka ruang konstruksi yang memanfaatkan trotoar dan badan jalan pada sejumlah titik hingga tahun 2026.

Dishub DKI menjelaskan rekayasa dilakukan bertahap mengikuti kebutuhan teknis pemasangan pipa. Seluruh penyesuaian disusun agar arus kendaraan tetap bisa bergerak meskipun ruang jalan menyempit di beberapa lokasi.

Pekerjaan pertama berlangsung di Arriving Pit STA 0+000 di sisi kiri Jalan Raya Mabes Hankam dengan ruang kerja enam meter. Tahapan ini sudah dimulai sejak 3 Desember 2025 hingga 5 Maret 2026 dan diawali proses test pit sebelum masuk konstruksi utama.

Pada titik Starting Pit STA 0+134 yang berada di sisi utara Jalan Raya Mabes Hankam, arus kendaraan disalurkan ke dua lajur dengan lebar masing-masing 5,5 meter. Langkah ini diambil agar aktivitas konstruksi tetap berjalan tanpa menghentikan lalu lintas sepenuhnya.

Selanjutnya pekerjaan bergeser ke Arriving Pit STA 0+353 di sisi selatan kolong putaran balik menuju Kampung Rambutan. Kegiatan test pit dan konstruksi di titik ini dilakukan dalam rentang waktu yang sama dengan titik-titik sebelumnya.

Di STA 0+353 hingga STA 0+418, pekerjaan galian dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan lapangan. Dishub menegaskan jadwal rinci akan terus diperbarui sesuai progres pengerjaan pipa.

Untuk Arriving Pit STA 0+609 hingga Starting/Arriving Pit STA 0+809, jadwal masih disesuaikan karena menunggu kesiapan teknis lokasi. Dishub akan memberi pembaruan lebih lanjut setelah pemantauan kondisi lapangan selesai dilakukan.

Pada Jalan Supriyadi, aktivitas dimulai di Starting Pit STA 0+962 di sisi kiri dengan penggunaan area sembilan meter yang mencakup trotoar dan sebagian badan jalan. Area tersebut dibutuhkan agar proses instalasi pipa berjalan optimal.

Tak jauh dari titik tersebut, pekerjaan di STA 1+152 di sisi kanan Jalan Supriyadi berlangsung sejak 11 Oktober 2025 hingga 23 Februari 2026. Kegiatan diawali test pit dan berlanjut pada proses konstruksi setelah pemeriksaan tanah selesai.

Pekerjaan di STA 1+355 pada sisi kiri Jalan Supriyadi juga telah berjalan dengan area kerja sembilan meter. Proses konstruksi dijadwalkan selesai pada Februari 2026 sebelum berlanjut ke tahap pemasangan berikutnya.

Untuk Arriving Pit STA 1+596, Dishub menyatakan jadwal teknis masih menunggu pembaruan. Penyesuaian dilakukan agar pengaturan lalu lintas tidak menimbulkan gangguan besar terutama pada jam padat kendaraan.

Di Jalan TB Simatupang, pekerjaan dilakukan di Starting Pit STA 1+770 pada sisi kiri jalan dengan ruang kerja 6,5 meter. Proyek berlangsung sejak 17 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 sebelum dilanjutkan konstruksi lanjutan.

Berikutnya pekerjaan berlangsung di Arriving Pit STA 1+938 pada sisi kiri area taman dan badan jalan Jalan TB Simatupang. Area selebar 10 meter digunakan sejak pertengahan Oktober 2025 sebagai ruang konstruksi pipa.

Di lokasi Starting Pit STA 2+179, pekerjaan dilakukan pada bagian badan jalan dengan lebar lima meter. Tahap awal ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026 sebelum masuk fase lanjutan pemasangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.