Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kalideres-Cengkareng Semrawut, DPRD DKI Desak Evaluasi Total Tata Kota

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Kalideres-Cengkareng Semrawut, DPRD DKI Desak Evaluasi Total Tata Kota Doc: Jakarta Barat
Ket. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyoroti kondisi tata kota di wilayah Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dinilai semakin semrawut dan tidak terkendali.

JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyoroti kondisi tata kota di wilayah Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dinilai semakin semrawut dan tidak terkendali. Ia menilai penataan ruang di kawasan tersebut selama bertahun-tahun berjalan tanpa arah perencanaan yang jelas dan terintegrasi.

Menurut William, berbagai fungsi ruang bercampur dalam satu wilayah tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Permukiman warga, sekolah, kawasan pergudangan hingga area industri berdiri berdampingan tanpa pengaturan zonasi yang tertata secara komprehensif.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat sehari-hari yang harus berbagi ruas jalan sempit dengan kendaraan berat. Truk kontainer yang keluar masuk kawasan industri kerap melintasi jalan lingkungan sehingga meningkatkan risiko kemacetan dan potensi kecelakaan.

Ia menilai situasi ini bukan persoalan baru yang muncul dalam waktu singkat. Permasalahan tata ruang di Kalideres dan Cengkareng disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa pembenahan menyeluruh dari sisi kebijakan perencanaan kota.

"Akibatnya, Kalideres semakin macet dan tidak tertib," ujar William.

Selain persoalan zonasi campuran, William juga menyoroti rencana pembangunan area pemakaman di Kelurahan Kamal serta krematorium yang direncanakan berada di dekat RSUD Kalideres. Ia menilai proyek tersebut berpotensi menambah beban kawasan apabila tidak dibarengi dengan evaluasi tata ruang yang matang.

Menurut dia, setiap pembangunan baru harus mempertimbangkan kapasitas jalan, kepadatan penduduk, serta dampak lalu lintas di sekitar lokasi. Tanpa perhitungan yang komprehensif, pembangunan tambahan justru dikhawatirkan memperparah persoalan kemacetan dan ketidaktertiban kawasan.

William turut menyinggung kenaikan harga perumahan di Kalideres dan Cengkareng yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun, kenaikan nilai properti tersebut dinilai tidak sebanding dengan kualitas tata kota dan dukungan infrastruktur yang tersedia bagi masyarakat.

Ia menyebut selama ini Kalideres dan Cengkareng kerap diposisikan sebagai daerah penyangga di Jakarta Barat tanpa perhatian serius terhadap penataan kawasan. Akibatnya, pertumbuhan pembangunan berlangsung pesat tetapi tidak diiringi dengan perencanaan yang berkelanjutan.

William meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang di kedua wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang terintegrasi agar pertumbuhan kawasan dapat berjalan lebih tertata, aman, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.