Trump Sangat Kecewa dengan Serangan Rudal Russia ke Ukraina
📅 Selasa, 29 Apr 2025, 01:10 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Mandel NGAN/AFP
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Minggu (27/4) waktu Washington mengakui sangat kecewa atas serangan rudal Russia yang masih terus berlangsung ke wilayah Ukraina di tengah perundingan damai.
“Saya sangat kecewa karena rudal-rudal ditembakkan Rsusia...sangat kecewa,” kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One di Bandara Kota Morristown di Morristown, New Jersey, dan mengatakan bahwa dia terkejut oleh pemboman yang terus berlanjut selama perundingan.
Ketika ditanya apa yang diharapkan Trump dari Presiden Russia, Vladimir Putin, ia menjawab: “Ya, saya ingin dia berhenti menembak, duduk, dan menandatangani kesepakatan. Saya rasa kami memiliki batasan kesepakatan, dan saya ingin dia menandatanganinya, menyelesaikannya, dan melanjutkan hidup,” kata Trump.
Kemudian, seorang wartawan lain bertanya: “Apakah Trump mempercayai Putin? dan Trump pun menjawab: “Saya akan beritahu setelah dua minggu,” jawabnya tanpa menjelaskan lebih lanjut seperti dikutip dari Antara.
Trump juga membahas pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Vatikan di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus, yang merupakan kali pertama keduanya kembali bertemu setelah pertemuan panas di Gedung Putih pada Februari lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya rasa pertemuan itu berjalan dengan baik. Kita lihat saja apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya, seraya menambahkan hubungannya dengan pemimpin Ukraina itu “tidak pernah buruk”.
Trump menggambarkan Zelenskyy lebih tenang dalam pertemuan di Vatikan.
“Saya pikir dia mengerti, dia memahami gambarannya, dan saya pikir dia ingin membuat kesepakatan,” kata Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sehari sebelum menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan, Trump seperti dikutip dari New York Times, menyatakan keraguannya terhadap keseriusan Presiden Russia, Vladimir Putin dalam mengakhiri perang di Ukraina.
Melalui media sosial Truth Social, Trump menulis, “Mungkin dia [Putin] tidak ingin menghentikan perang, dia hanya mempermainkan saya, dan harus ditangani secara berbeda, melalui Perbankan atau Sanksi Sekunder'? Terlalu banyak orang yang mati!!!" ? sebut Trump.
Sebelumnya, Trump mengusulkan rencana perdamaian yang mencakup pengakuan atas wilayah yang diduduki Russia, termasuk Krimea, serta penghentian aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.
Sebagai imbalannya, Ukraina akan menerima jaminan keamanan dan kompensasi ekonomi. Namun, Zelenskyy menolak usulan tersebut, menegaskan bahwa semua wilayah yang diduduki adalah bagian dari Ukraina dan menuntut gencatan senjata tanpa syarat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!