Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Menentang US Steel yang Dulu Hebat dan Kuat Dibeli oleh Perusahaan Asing

📅 Rabu, 04 Des 2024, 02:05 WIB | Oleh:
Trump Menentang US Steel yang Dulu Hebat dan Kuat Dibeli oleh Perusahaan Asing Doc: KAMIL KRZACZYNSKI/AFP
Ket. Presiden terpilih AS, Donald Trump.

WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Senin (2/12), mengatakan ia akan memblokir rencana pengambilalihan US Steel oleh perusahaan Jepang Nippon Steel, sebuah kesepakatan senilai 14,9 miliar dollar AS termasuk utang.

"Saya sepenuhnya menentang US Steel yang dulunya hebat dan kuat dibeli oleh perusahaan asing, dalam hal ini Nippon Steel dari Jepang," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Melalui serangkaian insentif pajak dan tarif, kami akan membuat US Steel kuat dan hebat lagi, dan itu akan terjadi dengan cepat! Sebagai Presiden, saya akan menghalangi kesepakatan ini terjadi.

Dikutip dari The Straits Times, US Steel yang sedang berjuang berpendapat mereka membutuhkan kesepakatan dengan Nippon untuk memastikan investasi yang cukup pada pabrik-pabriknya di Mon Valley di Pennsylvania, yang menurut mereka mungkin harus ditutup jika penjualan diblokir.

Beberapa hari setelah pemilu AS pada bulan November, Nippon Steel mengatakan pihaknya berharap untuk menutup pengambilalihan perusahaan tersebut sebelum akhir tahun 2024, sementara Presiden AS, Joe Biden, masih menjabat.

Biden juga menentang kesepakatan tersebut, dengan mengatakan sangat penting bagi US Steel untuk tetap menjadi perusahaan baja Amerika yang dimiliki dan dioperasikan di dalam negeri.

Kesepakatan tersebut sedang ditinjau oleh badan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan, Janet Yellen, yang mengaudit pengambilalihan perusahaan AS oleh asing, yang disebut Komite Investasi Asing di Amerika Serikat atau Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS).

Memperpanjang Peninjauan

Pada bulan September, pemerintahan Biden memperpanjang peninjauan mereka, menunda kesimpulan mengenai kesepakatan yang sensitif secara politis tersebut hingga setelah pemilihan presiden tanggal 5 November.

Namun, Nippon yakin mereka akan menutup kesepakatan pada akhir tahun 2024.Presentasi pendapatan Nippon Steel pada 7 November menyatakan bahwa transaksi tersebut diharapkan akan ditutup pada… tahun kalender 2024 sambil menunggu tinjauan keamanan nasional AS.

"Kecuali jika situasinya berubah drastis, saya yakin kesimpulannya akan datang pada akhir tahun, selama masa jabatan Biden," ujar wakil ketua Nippon Steel, Takahiro Mori kepada wartawan.

Di jalur kampanye, ia berjanji untuk menerapkan kebijakan ekonomi proteksionis untuk membantu mendukung bisnis AS, termasuk ancaman untuk memulai kembali perang dagang dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok.

Saat mencalonkan diri sebagai Gedung Putih, ia secara khusus berjanji untuk memblokir pengambilalihan US Steel oleh Nippon, yang berpusat di negara bagian medan pertempuran politik utama, Pennsylvania.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.