Terjebak Dalam Rumah saat Awan Panas, Satu Lagi Korban Luka Bakar dalam Erupsi Semeru
📅 Kamis, 20 Nov 2025, 16:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
LUMAJANG - Satu lagi warga menjadi korban Awan Panas Guguran dalam peristiwa erupsi Gunung Api Semeru di Lumajang, Jawa Timur, menambah total korban luka bakar karena APG menjadi tiga orang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi mencatat, sebelumnya, sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang terjatuh di jembatan Gladak Perak mengalami luka bakar sekitar 20 persen dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Pasirian, Rabu malam.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, korban ketiga adalah seorang pria warga Dusun Umbulan Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo
"Terdapat satu korban dengan luka bakar dibagian kaki, warga Dusun Umbulan Sumbersari yang terjebak di dalam rumah, pada hari Kamis korban berhasil dievakuasi dan dilarikan menuju RSUD Pasirian," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (20/11).
Gatot menjelaskan, akibat bencana vulkanik tersebut sejumlah rumah warga turut mengalami kerusakan.
"Terdapat beberapa rumah warga Dusun Sumbersari dan Dusun Umbulan Sumbersari, Dusun Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, wiilayah dekat dengan aliran lahar mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat banjir lahar,"' tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, Tim Reaksi Cepat BPBD Jatim melakukan pendataan di lokasi pengungsian, dan Tagana Dinsos Kabupaten Lumajang telah membuka Dapur Umum di Balai Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, dengan menyiapkan 200 nasi bungkus untuk pagi ini.
"Saat ini warga yang mengungsi sebagian besar telah kembali kerumah masing-masing."
Menurut data BPBD Jatim per Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB, total pengungsi yang tersebar di beberapa tempat baik di Kecamatam Pronojiwo maupun Candipuro berjumlah kurang lebih 346 jiwa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk lokasi pengungsian yang ditinjau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di SDN 04 Supiturang, total ada 64 jiwa yang masih mengungsi. Karenanya Khofifah menjelaskan, salah satu hal yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penguatan kesehatan bagi para korban bencana.
"Yang kita maksimalkan tentu yang menjadi titik kumpul pengungsi. Nah, di titik kumpul ini, dari puskesmas sudah turun. Karena memang butuh penguatan tim kesehatan supaya masing-masing termonitor," ujarnya secara terpisah.
"Kadang-kadang mereka ada pada posisi psikologis tertentu. Misalnya tensi menjadi naik, atau mungkin ISPA. Jadi, untuk saluran pernafasan akut ini juga harus dilakukan intensifikasi pemeriksaan dan proses penanganannya."
Khofifah memuji kelayakan tempat pengungsian ini. Di mana Posko Kesehatannya cenderung aktif dan pembagian antara ruang anak-anak, lansia, dan keluarga cukup strategis.
"Ini sebetulnya secara pembagian sudah bagus. Cuma karena on-off, jadi kelihatan agak padat. Nanti sambil berjalan dilakukan penanganan dari sisi space yang ada. Supaya semua bisa melakukan mobilitas dengan lebih longgar," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!