Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Guguran Lava Meluncur hingga 1 Km ke Arah Besuk Kobokan

📅 Sabtu, 06 Des 2025, 08:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Guguran Lava Meluncur hingga 1 Km ke Arah Besuk Kobokan Doc: PVMBG
Ket. Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 700 meter di atas puncak pada Sabtu pagi.

LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava yang meluncur 800 meter hingga 1 kilometer ke arah Besuk Kobokan pada periode pengamatan 24 jam pada Jumat (5/12).

"Guguran lava teramati sebanyak lima kali dengan jarak luncur kurang lebih 800 hingga 1.000 meter ke arah curah Kobokan," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Sabtu (6/11).

Selain guguran lava, secara visual juga teramati letusan sebanyak 27 kali dengan tinggi asap kurang lebih 5.00-1.000 meter, warna asap putih tebal-kelabu condong ke arah timur laut dan utara.

Untuk aktivitas kegempaan pada periode yang sama tercatat letusan sebanyak 123 kali dengan amplitudo 10-22 mm dan durasi 50-170 detik, kemudian 18 kali guguran dengan amplitudo : 2-7 mm dan durasi 28-70 detik, embusan sebanyak 19 kali dengan amplitudo 2-9 mm dan durasi 30-91 detik.

Terekam juga tremor harmonik sebanyak 7 dengan amplitudo 1-20 mm dan durasi 112-367 detik, serta tektonik jauh sebanyak satu kali dengan amplitudo 17 mm selama 58 detik.

"Petugas juga merekam terjadinya getaran banjir atau lahar hujan yang terekam 1 kali dengan amplitudo 35 mm selama 6.360 detik atau hampir dua jam," katanya.

Aktivitas Gunung Semeru pada Sabtu pukul 00.00-06.00 WIB tercatat mengalami 33 kali gempa letusan, sembilan kali gempa guguran, empat kali gempa embusan, empat kali harmonik, dan tiga kali gempa tektonik jauh.

Mukdas mengatakan status Gunung Semeru masih pada Level III atau siaga, sehingga pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.