Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Semeru Erupsi: Awan Abu Vulkanik Mengarah ke Timur Laut, Masyarakat Diminta Siaga

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada! Semeru Erupsi: Awan Abu Vulkanik Mengarah ke Timur Laut, Masyarakat Diminta Siaga Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak dan abu vulkanik mengarah ke timur laut pada Selasa (6/1/2026).

LUMAJANG – Gunung Semeru kembali erupsi, menyemburkan abu vulkanik ke udara sehingga memicu peringatan bagi warga di sekitar kawasan rawan bencana.

Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa mempengaruhi penerbangan dan aktivitas sehari-hari di wilayah sekitarnya. Pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik ke arah timur laut pada Selasa (6/1).

Berdasarkan data petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi kurang dari satu jam sejak pukul 08.07 WIB hingga 08.24 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl). "Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut," katanya.

Selang tiga menit kemudian, Gunung Semeru erupsi kembali pukul 08.24 WIB dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Liswanto mengatakan Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi antara lain larangan beraktivitas bagi masyarakat dalam jarak tertentu.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," katanya.

Di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Kemudian warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.