Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur dengan Jarak Maksimum 2,5 km

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 21:35 WIB | Oleh:
Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur dengan Jarak Maksimum 2,5 km Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi (3/1/2025).

Yogyakarta - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang berstatus level III atau Siaga kembali meluncurkan awan panas guguran sebanyak enam kali pada Minggu dengan jarak luncur maksimum 2.500 meter ke arah barat daya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Minggu, menyebutkan awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 11.04 WIB dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya.

"Estimasi jarak luncur 2.500 meter dengan amplitudo maksimum 59 mm, durasi 279,5 detik," ujar dia.

Awan panas guguran kedua tercatat pada pukul 11.11 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya dengan amplitudo maksimal 50 mm, serta durasi 236,4 detik.

Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 06.00 - 12.00 WIB, menurut Agus, gunung api aktif itu juga mengeluarkan dua kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Sat/Putih dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.

Awan panas guguran ketiga, lanjut Agus, terjadi pada pukul 14.27 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 27 mm, dan durasi 197 detik.

Pada pukul 15.00 WIB, awan panas guguran keempat meluncur sejauh 1.500 meter dengan amplitudo maksimal 12,48 mm dan durasi 142,66 detik.

Kemudian awan panas guguran kelima tercatat pada pukul 16.08 WIB dengan jarak luncur 1.700 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 34,7 mm, dan durasi 168,62 detik.

Berikutnya, pada pukul 17.21 WIB, awan panas guguran keenam terjadi dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 47,98 mm dan durasi 150,68 detik.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus.

Hingga kini, BPPTKG tetap mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi guguran lava dan awan panas dapat berdampak pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 kilometer), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 kilometer).

Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.