Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Persaingan yang Sehat, Demokrasi Ekonomi Sulit Diraih

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Persaingan yang Sehat, Demokrasi Ekonomi Sulit Diraih Doc: Sumber: Global Innovation Index - KJ/ONES

» Indeks Persaingan Usaha pada 2021 baru 4,8, baru mendekati target nasional 5,0 poin.

» Di sektor pertanian, lahan pertanian mulai digusur dan dikonversi jadi lahan properti.

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah terus berupaya untuk menghadirkan ekosistem usaha yang berkeadilan bagi semua pelaku usaha. Hal itu penting karena demokrasi ekonomi tidak mungkin dapat tercapai tanpa persaingan usaha yang sehat.

Dalam sambutannya di acara penyampaian strategi peningkatan kinerja persaingan usaha nasional dan Penganugerahan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Awards 2023 di Jakarta, Kamis (16/2), Wapres mengatakan dikotomi persaingan usaha yang tidak berimbang mesti diganti dengan kemitraan yang kuat, sehat, dan saling menguntungkan.

"Persaingan usaha yang sehat mendorong tumbuhnya inovasi, peningkatan kualitas dan keragaman produk, dan harga yang lebih kompetitif sehingga ujungnya konsumen akan diuntungkan," kata Ma'ruf.

Peranti untuk menghasilkan ekosistem usaha berkeadilan sebenarnya sudah disediakan di Undang-Undang Cipta Kerja yang juga memuat pengaturan persaingan usaha.

"Kini kuncinya ada pada kesiapan dan dukungan pemangku kepentingan dalam tataran eksekusinya," kata Wapres.

Kendati demikian, dinamika ekonomi global dan disrupsi dunia usaha telah menjadikan persaingan bisnis kian kompleks. Jika ditelusuri lebih jauh, seakan-akan ada dua kutub yang bertentangan, yaitu antara perusahaan besar dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Industri besar kerap diuntungkan dari penguasaan jaringan, serta informasi pasar dan preferensi konsumen melalui analisis big data. "Beberapa privilese atau hak istimewa tersebut tidak dimiliki oleh UMKM, apalagi pelaku usaha tradisional," terang Wapres.

Padahal, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi dan merupakan bagian integral dari ekonomi rakyat, tapi tidak menikmati bagian kue di dalam perdagangan barang dan jasa yang sama besarnya dengan perusahaan besar karena keterbatasan sumber daya dan kesempatan.

"Oleh karena itu, isu terkait demokrasi ekonomi yang seimbang dan berkeadilan penting dikedepankan oleh KPPU dalam implementasi kebijakan persaingan usaha, khususnya dalam mengoptimalkan potensi UMKM kita dalam struktur ekonomi nasional yang sehat dan kondusif," ungkap Ma'ruf.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyampaikan terjadi peningkatan Indeks Persaingan Usaha, yaitu dari angka 4,6 pada 2018 menjadi 4,8 pada 2021. "Kita berharap angka indeks akan terus mendekati target nasional, yakni 5,0 poin," jelas Wapres.

Ketua KPPU, Afif Hasbullah, dalam sambutannya mengatakan kunci peningkatan persaingan usaha adalah kebijakan dan konsistensi pelaksanaan dan pengawasan kebijakan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...

Perkemahan Pramuka berkebutuhan khusus

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Perkemahan Pramuka berkebut...
Daerah
Paus sperma terdampar di Pa...

Pemkot Tangerang Perpanjang PJJ hingga 11 September

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang...
Nasional
Menhan Sudan: Musuh Indones...
Advertisement
Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

Terlibat Korupsi, Seorang Mantan Gubernur Dihukum Mati

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.