Hadapi Kemarau, Petani Lebak Kembangkan Tanaman Sayuran
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 07:32 WIB | Oleh: Tim PenulisLEBAK – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan tanaman sayuran dataran rendah, karena tidak banyak menggunakan air guna menghadapi kemarau panjang sejak dua bulan terakhir.
"Kami beralih ke pertanian sayuran karena menguntungkan dibandingkan tanaman padi yang mengalami kekeringan," kata Yana (55), seorang petani di Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (25/7).
Pengembangan pertanian sayuran dataran rendah cukup menguntungkan karena produksi hasil panen banyak permintaan pasar.Permintaan tanaman sayuran untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, juga pertanian sayuran dataran rendah tidak begitu banyak memerlukan pasokan air.Petani cukup membasahi tanaman pagi dan sore, sehingga tanaman sayuran tumbuh hingga panen.
Para petani mengembangkan tanaman sayuran itu dengan memanfaatkan lahan persawahan yang tidak ditanami padi akibat kekeringan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami dan petani lainnya di sini mengembangkan sayuran paria, kacang panjang dan ketimun dengan masa panen 40 hari setelah tanam ," katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini harga sayuran relatif bagus dan menguntungkan karena di tingkat petani mencapai Rp8.000/kg.
Produksi tanaman sayuran jika panen bisa menghasilkan sebanyak dua ton/petak selama sepekan dapat meningkatkan ekonomi keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami setiap pekan bisa menjual produksi sayuran jenis ketimun dan kacang panjang dan jika menjual dua ton dengan harga Rp8.000 bisa menghasilkan uang Rp14 juta. Panen tanaman sayuran bisa dipanen delapan kali," katanya menjelaskan.
Begitu juga Iming (55) petani Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Lebak mengatakan sebagian besar petani pada musim kemarau mengalami kekeringan hingga terlihat petak-petak sawah tanahnya terbelah. Karena itu, petani di sini lebih memilih tanam ketimun dan kacang panjang karena sudah ditampung oleh pengepul.
"Kami sekali musim panen bisa mendapatkan sekitar Rp10 juta dari lahan seluas 5.000 meter persegi, itu per pekan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengimbau petani agar mengembangkan pertanian sayuran dataran rendah sehubungan musim kemarau panjang yang diprediksikan BMKG sampai November mendatang.
"Kita berharap ke depan petani bisa mengganti pola tanam dari padi sawah ke tanaman sayuran untuk meningkatkan produksi ketahanan pangan dan ekonomi petani menjadi lebih baik," katanya menjelaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!