Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Tanggung Jawab IMF dan Bank Dunia

Foto : MANDEL NGAN / AFP
A   A   A   Pengaturan Font

Resep Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund, IMF) dan Bank Dunia (World Bank) ketika terjadi krisis moneter di Indonesia 1997-1998 lalu terbukti salah. Tidak manjur. Ibarat orang sakit, obat yang diberikan untuk Indonesia bukan membuat sembuh atau penyakitnya segera hilang, justru semakin memperparah.

Saat krisis terjadi, IMF memberi resep untuk meningkatkan likuiditas keuangan Indonesia yang mengering. IMF menyarankan Indonesia menutup 16 bank yang menguasai hingga lima persen aset perbankan nasional.

Namun, penutupan 16 bank tersebut dilakukan tanpa ada payung pengaman sehingga menimbulkan dampak psikologis ke masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong menarik dananya dari bank karena khawatir bank tempat mereka menyimpan uang juga akan tutup. Banyak nasabah memindahkan dananya ke bank-bank BUMN atau bahkan ke Singapura karena dianggap lebih aman. Dampak inilah yang tidak dipikirkan IMF.

Penarikan dana oleh nasabah secara besar-besaran membuat beberapa bank mengalami kerugian. Dan pemerintah berniat baik ingin menyelamatkan perbankan dengan mengeluarkan talangan berupa Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Disebabkan pemerintah tidak memiliki dana tunai sebesar 600 triliun rupiah untuk menyehatkan perbankan nasional, BLBI yang dikucurkan jumlahnya 144 trilun rupiah, sisanya sebesar 456 triliun rupiah dalam bentuk obligasi rekapitulisasi (OR).

Akibat dari OR ini, pemerintah tiap tahun membayar bunga ratusan triliun. Ini sangat membebani Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) kita sejak 1998. Dan inilah yang membuat APBN kita tidak berkualitas, karena harus terpotong untuk membayar bunga obligasi rekap. Ini akan terus dibayarkan pemerintah kepada bank-bank penerima OR sampai 2043.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : M. Selamet Susanto
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top