Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Cegah Kebocoran Ekonomi Sektor Perfilman Akibat Pembajakan, Bagaimana Solusinya?

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Kemenekraf Cegah Kebocoran Ekonomi Sektor Perfilman Akibat Pembajakan, Bagaimana Solusinya? Doc: ANTARA/TVR Parlemen
Ket. Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu dalam RDP Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR dan Eselon 1 Kementerian Ekonomi Kreatif, yang diikuti secara daring, Selasa (27/1).

JAKARTA - Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu mengatakan pemerintah melakukan upaya untuk mencegah kebocoran ekonomi digital di subsektor perfilman akibat pembajakan dan ketimpangan distribusi layar dengan solusi layar alternatif di daerah.

“Kami menjalankan program Layar Alternatif. Ini tujuannya untuk memperluas sebaran dan akses tontonan film Indonesia di berbagai daerah yang tadi belum ada ketersediaan bioskopnya ini untuk mengurangi ketimpangan infrastruktur layar,” kata Ayu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR yang diikuti secara daring, Selasa (27/1).

Ia mengatakan program ini untuk upaya menanggulangi ketimpangan layar bioskop di daerah yang saat ini tercatat hanya 2.393 layar dari 504 bioskop di 35 provinsi dan 70 persen semua berada di pulau Jawa.

Layar Alternatif ini menyasar daerah yang terkendala ketiadaan gedung bioskop komersial, dan telah dijalankan di beberapa daerah seperti Labuan Bajo, Banda Aceh, Tanah Datar dan Kulon Progo. Layar Alternatif ini berbentuk semacam layar tancap yang menampilkan film-film nasional terbaru dan sudah tayang di bioskop komersial.

“Jadi kita memanfaatkan layar sehingga ini menjadi potensi yang lebih besar dengan efisiensi resources, tiketnya juga jadi murah banget ada yang gratis juga, salah satunya support dari badan otorita,” kata Ayu.

Ayu menambahkan Kemenekraf juga memiliki program AKTIF (Akselerasi Kreatif) untuk membantu penguatan jejaring, perluasan akses pasar dan distribusi. Penguatan subsektor ini juga untuk meningkatkan daya saing karya film sineas muda dan difasilitasi penayangan di aplikasi streaming film besar di Indonesia.

“Jadi kami tidak hanya memetakan masalah, tapi juga sudah mulai bergerak pada titik-titik krusial distribusi dan investasi. Jadi untuk memastikan industri ini berkelanjutan,” kata Ayu.

Ayu mengatakan secara ekosistem pasar subsektor perfilman cukup terbuka dan sehat, dengan 176 film dari 112 rumah produksi berhasil tayang di bioskop, namun dengan ketimpangan distribusi layar, ada ancaman pembajakan di platform digital yang ditaksir menyebabkan kerugian negara sebesar 30 triliun rupiah hingga 2030.

Untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian industri ini secara nasional, pemerintah perlu masuk ke ranah yang lebih strategis yang bersinggungan dengan ekosistem industri yang ideal agar industri perfilman menjadi lokomotif ekonomi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.