Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudin KPKP Jakbar Petakan Titik Pembasmian Ikan Sapu-sapu

📅 Senin, 20 Apr 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Sudin KPKP Jakbar Petakan Titik Pembasmian Ikan Sapu-sapu Doc: ANTARA/Risky Syukur.
Ket. Penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Taman Semanan Indah, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (17/4).

JAKARTA -- Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memetakan lokasi-lokasi saluran air yang diduga menjadi habitat ikan sapu-sapu, untuk pelaksanaan kegiatan pembasmian hewan tersebut selanjutnya.

Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat Aas Asih mengatakan setelah kegiatan pembasmian ikan sapu-sapu pada Jumat (17/4) di Kali Taman Semanan Indah (TSI), terdapat beberapa lokasi lain yang telah dipetakan.

"Jadi, di Cengkareng Drain ada, kemudian Kali Semongol, lalu Sekolah Narada, dan ada juga di beberapa titik lain di delapan kecamatan," kata Aas saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Meski demikian, Sudin KPKP Jakbar belum dapat memastikan waktu pelaksanaan kegiatan pembasmian ikan invasif itu selanjutnya.

"Kita, harapannya, kegiatan tidak seremonial saja, ya, ada kelanjutannya, gitu. Titik-titiknya kan sudah kita petakan," tutur Aas.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ikan sapu-sapu memiliki sifat invasif sehingga berbahaya bagi populasi ikan lainnya.

"Jadi, dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak," ucap Aas.

Selain itu, kata dia, ikan sapu-sapu tersebut juga kerap membuat lubang pada dinding turap sehingga membuat turap cepat rapuh.

"Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi, kan nanti bisa merusak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta," ujar Aas.

Selain itu, dia menambahkan ikan sapu-sapu juga kerap diburu oknum tertentu untuk dijadikan pangan olahan, seperti siomay.

Padahal, sambung dia, ikan itu mengandung bakteri E. Coli atau Salmonella, bahkan logam berat, seperti timbal.

"Dikhawatirkan, kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu (olahan ikan sapu-sapu) secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi, makanya mesti dibasmi," pungkas Aas. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.