Sistem Pertahanan Keselamatan di Pertamina Sangat Rentan
📅 Selasa, 04 Apr 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Dua kali ledakan dan kebakaran di kilang Pertamina dalam sebulan terakhir yaitu di Depo Plumpang dan terbaru di Kilang Dumai menunjukkan kalau sistem pertahanan keselamatan di Pertamina sangat rentan.
Pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Adithya Sudiarno, kepada Koran Jakarta, Senin (3/4), mengatakan beberapa rangkaian kejadian ledakan yang ada di lingkungan Pertamina belakangan ini menunjukkan urgensi tindakan improvement yang harus dilakukan secara sistemik.
Berdasarkan best practice penerapan K3 di perusahaan-perusahaan terkemuka, safety performance akan terindikasi pada zero accident (kecelakaan nihil), yang ditunjang oleh tiga pilar utama, yaitu keberhasilan technical (proses) safety, implementasi safety management system yang berkelanjutan, serta pengelolaan faktor manusia dan organisasi yang baik.
"Menurut perspektif saya, terdapat cukup banyak kelemahan pada ketiga pilar tersebut di Pertamina yang saling terkait satu sama lain sehingga sistem pertahanan keselamatannya menjadi rentan sekali," kata Adithya.
Oleh karena itu, manajemen Pertamina wajib melakukan review dan pembenahan secara sistemik terhadap tiga pilar tersebut secara simultan. Pendekatan sistemik itu sebagai bagian dari safety system engineering yaitu upaya untuk melakukan rekayasa pembenahan terhadap sistem keselamatan industri yang terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa pesan penting dari para expert K3 yang perlu direnungkan, yaitu cukup satu menit untuk menulis peraturan keselamatan, satu jam melaksanakan rapat membahas keselamatan, satu minggu menyusun program keselamatan, satu bulan menjalankan program tersebut, satu tahun untuk memenangkan penghargaan keselamatan, tetapi hanya perlu satu detik untuk menghancurkan semua upaya tersebut dengan sebuah kecelakaan.
"Sebab itu, semua pihak perlu bersinergi dengan baik melakukan semua proses improvement tersebut," ungkapnya.
Cari Akar Masalah
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Guru Besar K3 Fakultas Kesehatan dan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Fatma Lestari, mengatakan Pertamina perlu melakukan lima langkah terkait ledakan kilang Pertamina Dumai.
"Langkah pertama investigasi terhadap kecelakaan yang terjadi dan analisis rootcauses agar diketahui akar masalah penyebab kejadian," kata Fatma dalam keterangannya, di Depok, Senin (3/4) seperti dikutip dari Antara.
Fatma yang juga Wakil Ketua Dewan K3 Nasional mengatakan langkah kedua adalah mengambil lessons learned dari kejadian-kejadian kecelakaan dan sharing kepada publik apa penyebabnya, untuk mencegah kejadian serupa.
Selanjutnya ketiga, Pertamina harus mengaudit secara keseluruhan untuk mengetahui gap yang ada. Hasil audit tersebut dilanjutkan dengan tindakan perbaikan dan pencegahan kecelakaan ke depan.
Lebih lanjut langkah keempat, kata Fatma, adalah melakukan kajian risiko secara mendalam dengan quantitative risk analysis agar diperoleh hasil yang mendalam dan detail.
Terakhir, memastikan keandalan sistem dan instalasi yang beroperasi dengan melakukan asset integrity analysis serta safety integrity level.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!