Revolusi Kosmetik Lokal, Derma Enom Farma Cetak 5.000 Brand dalam 2 Tahun
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 09:46 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: IST
TANGERANG – Pengusaha lintas komunitas mengunjungi PT Derma Enom Farma di Kawasan Industri Millenium, Tangerang, Jumat (30/01).
Kunjungan industri ini bukan sekadar tur pabrik biasa, melainkan sebuah kelas eksekutif mengenai ketahanan mental, inovasi, dan cinta terhadap produk dalam negeri.
Acara ini diselenggarakan komunitas bisnis @Billionairemindset.id, Perwanti, IPSA, WMC, SECI, ICommunity, PIC, Matrix Asia, Tanyamentor, Indostarter, dan GFGL.
PT Derma Enom Farma, di bawah kepemimpinan Agathon selaku pemilik, dan Ivan Cahya selaku Head of Marketing, telah menjadi fenomena tersendiri. Meski usianya belum genap dua tahun, perusahaan ini telah berhasil menelurkan lebih dari 5.000 Brand yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mulai dari makeup, parfum, perawatan tubuh (body care), lotion, hingga kebutuhan klinik kecantikan, semua dikerjakan dengan standar tinggi, mulai dari tahap Development, Planning, hingga Production.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melihat peserta mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan masuk ke ruang produksi dengan antusiasme tinggi, membuktikan bahwa pengusaha kita haus akan pengetahuan proses hulu ke hilir. Transparansi dan kualitas adalah kunci," ujar perwakilan manajemen.
Kehadiran Eddie Kimcai selaku Konsultan Perizinan juga memberikan wawasan krusial mengenai legalitas dan keamanan produk yang menjadi pondasi bisnis jangka panjang.
Memajukan Industri Kosmetik Indonesia
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sesi sharing yang hangat, Agathon dan Ivan memaparkan visi besar mereka yang tidak hanya berorientasi pada profit semata, melainkan kemajuan ekosistem industri kosmetik nasional.
"Kami tidak hanya mencetak produk, kami mencetak mimpi para pengusaha lokal. Industri kosmetik Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tugas kami di PT Derma Enom Farma adalah mempermudah jalan tersebut dengan fasilitas R&D dan produksi yang mumpuni, sehingga para pemilik brand bisa fokus pada strategi pasar," kata Agathon dan Ivan Cahya.
Keduanya menekankan bahwa percepatan industri ini harus dibarengi dengan edukasi. Menciptakan 5.000 brand dalam waktu singkat adalah bukti bahwa barrier to entry (hambatan masuk) industri ini bisa didobrak dengan kolaborasi yang tepat antara pabrik maklon yang suportif dan pengusaha yang visioner.
Di tengah gempuran produk impor, mentalitas pengusaha menjadi sorotan utama. Yossa Setiadi, Ketua Umum @BillionaireMindset.id, memberikan pandangan tajam mengenai tantangan masa depan.
"Kita harus siap menghadapi persaingan yang semakin ketat. Tidak ada jalan pintas. Satu-satunya cara terbaik untuk menang dalam persaingan global adalah dengan Bangga Produk Dalam Negeri. Kita harus mencintai, menggunakan, dan menyempurnakan produk buatan anak bangsa," tegas Yossa.
Senada dengan semangat tersebut, Surijaty memberikan pesan mendalam mengenai kekuatan karakter pengusaha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!