Resmi Dimulai! Program SPHP Jagung Sasar 2.109 Peternak Rakyat di 16 Provinsi
📅 Rabu, 24 Sep 2025, 18:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) telah resmi memulai pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung bagi peternak rakyat. Penugasan kepada Perum Bulog telah diterbitkan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 tanggal 23 September.
Program SPHP jagung ini menggunakan stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 52.400 ton dan dilepas dengan harga 5.500 rupiah per kilogram (kg) sampai peternak. Sementara anggarannya telah tersedia di NFA sejumlah 78,6 miliar rupiah dengan asumsi subsidi harganya 1.500 rupiah per kg.
"Kabar baik bagi peternak unggas yang memproduksi telur dan ayam pedaging, mulai minggu ini pemerintah memulai SPHP jagung pakan. Dengan harga 5.500 rupiah per kilogram untuk peternak rakyat. Jadi ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa pemerintah harus hadir bagi produsen pangan dalam negeri," terang Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam Launching Penyaluran SPHP Jagung di Kantor NFA, Jakarta pada Rabu (24/9).
"Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog, tentunya menjalankan perintah Bapak Presiden. Perintahnya supaya peternak lokal harus dijaga, terutama peternak layer mandiri dan peternak kecil. Jadi pada saat harga jagung pakan sedang tinggi, pemerintah bantu peternak. Namun saat harga jagung rendah, pemerintah bantu petani dengan menyerap," tambah Arief.
Adapun untuk penerima program SPHP jagung di tahun 2025 ini telah melalui verifikasi bersama antara Badan Pangan Nasional dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian serta Perum Bulog. Hasilnya total 2.109 peternak yang akan disasar dalam SPHP jagung tahun ini. Ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9046/KPTS/PK.240/F/09/2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rinciannya dari 2.109 penerima tersebut terdiri dari peternak mikro 192 peternak, peternak kecil 1.693 peternak, dan peternak menengah 224 peternak. Ini tersebar di 16 provinsi antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Kolaborasi ini diungkapkan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi sebagai langkah positif karena stok CJP di tahun ini sepenuhnya bersumber dari produksi dalam negeri. Ia berharap ke depannya peternak lokal dapat naik kelas setelah disokong pemerintah melalui program SPHP jagung.
"Penghargaan saya juga kepada Pak Agung Dirjen PKH dan beberapa teman-teman di Kementerian Pertanian, karena kali ini kita sama tidak mengimpor jagung, sama seperti beras. Ini yang kita harus jaga, di petani dan di peternak. Kita jaga keduanya. Jangan sampai petaninya tidak mau menanam jagung karena harganya jatuh dan peternak unggas pun kesulitan," tutur Arief.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mudah-mudahan SPHP jagung ini bisa membantu. Sekarang ini Kementan keren, Badan Pangan juga. Bulog itu nanti mengeluarkan harganya 5.000 rupiah kalau di gudang. Lalu 5.500 rupiah sampai peternak. Tapi kita tak boleh bilang peternak ini jadi peternak kecil terus. Kita semua sepakat kalau peternak ini harus naik kelas. Pemerintah selalu bersama peternak layer," sambungnya.
Lebih lanjut, penggelontoran SPHP jagung diharapkan dapat menekan harga jagung di tingkat peternak dan juga nantinya berimplikasi pula pada kondisi harga telur dan daging ayam. Harga jagung di tingkat peternak terpantau telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional nomor 6 Tahun 2024, yakni Rp 5.800 per kg.
Per 23 September, Panel Harga Pangan NFA mencatat rerata harga jagung di tingkat peternak secara nasional menyentuh 6.736 rupiah per kg atau 16,14 persen di atas HAP. Level harga ini meningkat 4,32 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang saat itu berada di harga 6.457 rupiah per kg.
Rerata harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen tercatat masih di bawah HAP, tapi mengalami kenaikan secara gradual. Per 23 September, rerata harga telur ayam 29.992 rupiah per kg dan ini naik 1,43 persen dibandingkan sebulan lalu yang 29.568 rupiah per kg. Sementara rerata harga daging ayam 38.339 rupiah per kg dan telah mengalami eskalasi harga 8,28 persen dibandingkan sebulan lalu yang 35.408 rupiah per kg.
"Kita ketahui bersama, apabila terjadi fluktuasi harga jagung pakan di peternak unggas, lambat laun akan mempengaruhi perkembangan harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen. Kestabilan ini perlu pemerintah jaga agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses protein yang bergizi dengan harga yang baik," kata Arief.
"Jadi harapannya dengan penyaluran SPHP jagung ini, peternak unggas kita dapat lebih terbantu untuk keberlangsungan kegiatan berproduksinya. Saat mereka salurkan produknya ke masyarakat pun, harga telur dan daging ayamnya pun tetap wajar dan sama-sama baik," tutup Arief.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!