Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas Minta Satgas Pangan Polri Lakukan Pemeriksaan Lanjutan Temuan Harga di Atas HAP dan HET

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas Minta Satgas Pangan Polri Lakukan Pemeriksaan Lanjutan Temuan Harga di Atas HAP dan HET Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, saat melakukan sidak di Pasar Agung Depok, Sabtu (21/2) dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri

DEPOK – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap komoditas pangan yang masih dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya minyak goreng Minyakita yang ditemukan dijual melebihi ketentuan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, saat melakukan sidak di Pasar Agung Depok, Sabtu (21/2) dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pada periode Ramadan dan Idulfitri. Turut hadir dalam sidak tersebut Satgas Pangan Polda Metro Jaya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Dinas Perdagangan Kota Depok, serta Bulog. 

Sarwo Edhy menjelaskan, hasil pantauan menunjukkan harga beras masih terkendali. Beras medium berada di harga Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram, sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

Untuk komoditas minyak goreng, pihaknya menemukan Minyakita masih dijual Rp17.500 hingga Rp18.000 per liter oleh sejumlah pedagang. Padahal, sesuai HET, Minyakita seharusnya dijual Rp15.700 per liter.

“Ini yang perlu kita segera benahi karena Minyakita adalah minyaknya pemerintah. Harusnya harganya sesuai dengan harga pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas harga eceran tertinggi,” tegas Sarwo.

Ia memastikan Satgas Pangan akan menelusuri rantai distribusi guna mengetahui sumber minyak goreng yang dijual di atas HET tersebut. “Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri dari hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana,” ujarnya.

Sarwo menegaskan, apabila Minyakita bersumber dari Bulog, maka harga ecerannya seharusnya Rp15.700 per liter. Dengan harga distribusi dari Bulog Rp14.500 dan langsung diantar ke pengecer, pedagang masih memperoleh margin keuntungan yang wajar tanpa biaya angkut tambahan.

Sarwo juga berharap Dinas Perdagangan Kota Depok melakukan pemetaan pasar-pasar rakyat agar seluruh pasar dapat menjual Minyakita sesuai HET Rp15.700 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Depok, Widyati, menyatakan pihaknya akan terus memantau pasar-pasar rakyat yang menjadi acuan pemerintah serta menjaga koordinasi dengan Bulog terkait harga pangan pokok penting.

Selain minyak goreng, harga gula pasir tercatat relatif aman di kisaran Rp17.500–Rp18.000 per kilogram. Daging ayam juga dinilai terkendali. Ia mengingatkan agar survei harga memperhatikan bobot timbangan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Tadi harganya Rp48.000, tapi itu 1,3 kilogram. Jadi mohon nanti ketika menanyakan harga ayam harus ditanya berapa kilo. Kadang-kadang harganya berapa, 70 ribu rupiah, ternyata per ekor dan beratnya 2,1 kilogram,” jelasnya.

Ia mencontohkan aduan harga ayam Rp60.000–Rp70.000 per kilogram yang setelah ditelusuri ternyata harga tersebut merupakan harga per ekor dengan berat lebih dari dua kilogram, sehingga jika dikonversi per kilogram masih di bawah HAP Rp40.000.

Untuk daging sapi, harga masih sesuai HAP Rp140.000 per kilogram dengan kualitas baik.

Sementara itu, harga cabai rawit merah masih tinggi di kisaran Rp100.000–Rp120.000 per kilogram akibat faktor cuaca dan musim penghujan yang mempengaruhi waktu panen. Pemerintah berharap harga dapat turun mendekati kisaran Rp58.000–Rp60.000 per kilogram seiring rencana panen raya di sejumlah sentra produksi seperti Garut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.