Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siaga Pangan Lebaran, Bapanas Minta Daerah Tingkatkan Kewaspadaan

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 08:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Siaga Pangan Lebaran, Bapanas Minta Daerah Tingkatkan Kewaspadaan Doc: istimewa
Ket. Rapat Koordinasi Nasional Stabilitas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat di Daerah yang digelar Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri secara hybrid di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (18/2)

BATAM- Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan maupun potensi lonjakan harga. Stok nasional dalam kondisi aman, sementara pengawasan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen.

Komitmen itu ditegaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Rapat Koordinasi Nasional Stabilitas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat di Daerah yang digelar Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri secara hybrid di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (18/2).

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, hadir sebagai narasumber bersama Satgas Pangan Polri, Perum Bulog, dan Kementerian Perdagangan.

Dalam paparannya, Nita Yulianis menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional tahun 2026, ketersediaan komoditas strategis dipastikan mencukupi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri.

“Secara nasional stok dalam kondisi aman. Namun pemerintah daerah perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan melakukan perhitungan kebutuhan secara cermat agar tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen,” ujar Nita.

Ia menegaskan, kewaspadaan menjadi kunci. Sebab, meski stok mencukupi secara nasional, tantangan distribusi dan dinamika permintaan di masing-masing daerah tetap perlu diantisipasi sejak dini.

Sebagai langkah konkret, Bapanas telah membentuk Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. Satgas ini melakukan pengawasan terpadu terhadap sepuluh komoditas strategis, yakni beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam, telur ayam, bawang, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), dan Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus menjamin keamanan dan mutu pangan.

Intervensi lain juga terus dijalankan, mulai dari penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung, bantuan pangan beras dan Minyakita, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), fasilitasi distribusi pangan, hingga pemantauan harga harian melalui petugas enumerator di berbagai wilayah.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik per 9 Februari 2026, inflasi nasional Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen (year-on-year). Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan pada pekan kedua Februari antara lain cabai rawit merah, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Namun demikian, pemerintah memastikan kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri memastikan stok beras nasional dalam kondisi mencukupi. Stok beras tercatat mencapai 3,37 juta ton dengan potensi produksi Januari–Maret 2026 diproyeksikan sebesar 10,16 juta ton.

“Ketersediaan beras secara nasional sangat mencukupi. Dengan stok 3,37 juta ton dan potensi produksi yang cukup besar pada triwulan pertama, masyarakat tidak perlu khawatir. Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga,” tegas Zain Dwi Nugroho.

Sementara itu, Perum Bulog mencatat stok beras nasional mencapai 3.534.000 ton, terdiri atas 3.345.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 185.000 ton beras komersial.

Melalui rakor ini, Bapanas mengajak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat langkah antisipatif menjelang HBKN, mulai dari menjamin kecukupan pasokan, menjaga kelancaran distribusi dan logistik, melakukan intervensi pasar bila diperlukan, hingga memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum, BUMN, dan pelaku usaha, stabilitas harga dan ketersediaan pangan diharapkan tetap terjaga. Masyarakat pun dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

57 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.