Rencana Tata Ruang Wilayah Lombok Tengah Mulai Direvisi
📅 Senin, 14 Apr 2025, 17:45 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai membahas revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam rangkaian pengendalian lingkungan dan pembangunan infrastruktur di daerah setempat.
"Hal itu dilakukan menyusul banyaknya perubahan regulasi hingga perubahan kondisi di lapangan terutama kawasan yang berbatasan langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi proyek strategis nasional," kata Sekda Lombok Tengah H Lalu Firman Wijaya di Lombok Tengah, Senin (14/4).
Ia mengatakan revisi RTRW ini penting dilakukan karena regulasi yang dimiliki pemerintah daerah saat ini sudah menjadi Peraturan Daerah (Perda) adalah RTRW Tahun 2011, yang tentu melihat kondisi perubahan pembangunan, sehingga penting untuk dilakukan penelaahan ulang.
“RTRW Lombok Tengah sudah terlalu lama, sehingga kami sesuaikan karena ada regulasi- regulasi yang berubah hingga perubahan- perubahan yang terjadi di lapangan maka hal ini yang harus disesuaikan dalam RTRW yang ada,” katanya.
Ia mengatakan perubahan yang paling mendasar dalam RTRW ini tidak lain hal- hal yang berbatasan dengan wilayah yang ada di KEK Mandalika dan kawasan wisata yang lain hingga Kota Praya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Cukup banyak tempat yang kami lakukan penyesuaian dalam revisi RTRW," katanya.
Ia mengatakan RTRW ini nantinya menjadi rujukan dalam hal penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menjadi acuan untuk bagaimana pemanfaatan lahan.
Selain itu, RTRW ini juga tetap mempertimbangkan berbagai aspek dan revisi ini juga dilakukan tidak terlepas untuk menuntaskan persoalan perbatasan wilayah Nambung yang saat ini dianggap sudah ada titik temu antara Lombok Tengah dengan Lombok Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Agar ada panduan dalam hal penyusunan rencana detail tata ruang (RDTR) dalam suatu kawasan," katanya .
Oleh karena itu, RDTR itu yang menjadi acuan untuk pemberian rekomendasi pemanfaatan ruang.
"Termasuk kaitan dengan permasalahan perbatasan antara Lombok Tengah dan Lombok Barat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!