Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Tulungagung Pastikan Investor Bangun SPBN di Pantai Popoh

📅 Minggu, 16 Feb 2025, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Tulungagung Pastikan Investor Bangun SPBN di Pantai Popoh Doc: ANTARA 
Ket. Lebih dari seratus kapal nelayan lego jangkar dan tidak beroperasi imbas cuaca buruk di Pelabuhan Periknan Pantai Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (6/2/2025).

TULUNGAGUNG– Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memastikan telah ada investor yang segera membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Popoh, yang ada di pesisir selatan daerah itu.

Kabid Pengelolaan Perikanan Dinas Perikanan Tulungagung, Ulul Azmi, mengungkapkan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Pantai Popoh, Tulungagung, diproyeksikan dapat terealisasi pada 2025.

"Ya, saat ini investor yang akan membangun fasilitas tersebut masih menyelesaikan tahapan administrasi dan perizinan," kata Ulul Azmi.

Dia mengungkapkan rencana pembangunan SPBN sudah bergulir sejak 2023, ketika pihaknya mulai mencari investor.Setelah menemukan investor pada 2024, proses pengurusan perizinan pun dimulai.

"Sejak 2024, investor mulai mengurus perizinan. Prosesnya masih berlanjut karena ada berbagai tahapan, mulai dari izin pembangunan, lokasi, hingga kuota BBM bagi nelayan," ujar Ulul, Minggu (16/2).

Menurutnya, beberapa izin seperti lokasi dan kuota BBM telah dikantongi investor.Saat ini, yang masih dalam proses adalah izin pembangunan fisik SPBN di Pantai Popoh.

Meski belum ada kepastian waktu, Ulul optimistis proyek ini bisa dimulai dalam tahun ini begitu seluruh perizinan rampung.

"Kemungkinan tahun ini administrasi selesai sehingga pembangunan bisa langsung berjalan. Proses fisik lebih cepat dibanding perizinannya," jelasnya.

Keberadaan SPBN sangat dinantikan nelayan, yang selama ini harus membeli BBM di SPBU terdekat dengan jarak cukup jauh. Hal ini menambah beban biaya operasional mereka.

Sebagai gambaran, kapal nelayan berukuran 30 gross ton (GT) yang melaut selama 3–7 hari membutuhkan sekitar 400 liter BBM per trip.Namun, terkait alokasi kuota BBM untuk nelayan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.