Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Instruksikan Menteri Amankan Pangan dan Energi

📅 Rabu, 06 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Presiden Instruksikan Menteri Amankan Pangan dan Energi Doc: ANTARA/HO-SETPRES/MUCHLIS JR
Ket. PEMERINTAH SIAPKAN BERBAGAI PERLINDUNGAN SOSIAL I Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) menyampaikan sambutan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4). Pemerintah menyiapkan berbagai perlindungan sosial seperti Kartu Sembako bagi 18,8 juta penerima dan Program Keluarga Harapan dengan tambahan 2 juta penerima untuk menghadapi kenaikan harga dan inflasi global.

» Jangan sampai petani kembali jadi korban ketika harga komoditas global naik.

» Hilangkan cara gampang impor dalam semua logika kebijakan.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk mengamankan ketahanan pangan dan energi di tengah meningkatnya harga komoditas global.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/4), mengatakan Presiden dalam sidang kabinet paripurna tentang Antisipasi Situasi dan Perkembangan Ekonomi Dunia menyatakan bahwa semua negara di dunia sedang menghadapi situasi yang tidak mudah, sehingga ketahanan pangan dan energi perlu ditingkatkan.

Pemerintah, katanya, akan merumuskan langkah-langkah tambahan agar penerimaan negara bisa dialokasikan secara tepat. "Tadi, Bapak Presiden sudah menginstruksikan untuk kita melihat detail harga-harga pangan dan harga energi dan pilihan-pilihan kebijakan yang bisa kita ambil. Jadi, di satu sisi kita bisa menjaga daya beli masyarakat, menjaga momentum ekonomi, tapi juga menjaga APBN. Ini tiga hal sangat penting yang terus dilakukan," kata Menkeu.

Pemerintah, jelasnya, masih punya alokasi 455 triliun rupiah untuk program pemulihan ekonomi yang akan difokuskan ke program padat karya atau program-program yang akan menciptakan lapangan kerja terutama di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kementerian lain.

"Juga disampaikan untuk mulai ditingkatkan koordinasi di bidang ketahanan pangan, seperti pembukaan lahan, irigasi, ketersediaan pupuk, juga bibit untuk tanaman yang sebetulnya bisa tumbuh di Indonesia," kata Menkeu.

Misalnya untuk komoditas pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai yang dapat panen tidak lebih dari tiga bulan maka harus ada kebijakan yang dapat dibuat dengan cepat oleh kementerian terkait bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui harga-harga komoditas baik pangan maupun energi sudah merangkak naik karena konflik Russia dan Ukraina.

"Bapak Presiden juga meminta perhatian kenaikan harga pupuk karena pupuk juga naik, dan dilihat dari penggunaan dalam negeri, ada yang subsidi dan nonsubsidi. Nah, tentu akan ada pembatasan terkait komoditas, prioritasnya padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, tebu rakyat, dan kakao," kata Airlangga.

Menjadi Peluang

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan ketahanan dan kedaulatan pangan serta energi itu kunci. Tekanan global sesungguhnya akan menjadi peluang jika pilar kedaulatan pangan dan energi terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.