Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pesan Kemerdekaan Dedi Mulyadi: Pendidikan Harus Setara, Tanpa Bedakan Kaya dan Miskin

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Pesan Kemerdekaan Dedi Mulyadi: Pendidikan Harus Setara, Tanpa Bedakan Kaya dan Miskin Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Lapangan Gasibu Bandung, Minggu (17/8).

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengatakan kemerdekaan bagi masyarakat harus menjadi fondasi yang dibangun oleh jajaran pemerintah di seluruh Jawa Barat dari tingkat provinsi hingga rukun tetangga (RT).

Kemerdekaan yang dimaksud Dedi, adalah kebebasan atas hak kepemilikan tanah, hak untuk menghirup udara bersih setiap hari, hak untuk menikmati sinar matahari sepanjang waktu, sampai hak untuk untuk menikmati air sebagai kekayaan alam yang merdeka tanpa harus berbayar, seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

"Maka fondasi yang harus dibangun oleh seluruh stakeholder, dari pemerintahan di Provinsi Jawa Barat hingga tingkat desa, RT, dan RW, adalah mengembalikan pesan sejarah, bahwa bangsa kita harus memiliki hak atas tanah, air bersih, udara bersih, dan sinar matahari yang bisa dinikmati setiap waktu," kata Dedi saat Upacara HUT Ke-80 RI di Bandung, Minggu.

Dedi mengatakan cita-cita kemerdekaan itu ada dalam pikiran dan rencana para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, dan seluruh pendiri bangsa yang bercita-cita suatu saat Indonesia sebagai negara akan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Karenanya, kata dia, fondasi kemerdekaan harus dimiliki oleh seluruh stakeholder pemerintah dalam membuat kebijakan pembangunan, mengingat kemerdekaan tersebut adalah syarat kedaulatan sejati dengan pembangunan yang harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Gubernur Jabar mengatakan salah satu kepentingan rakyat yang paling mendasar adalah pendidikan yang memadai tanpa ada perbedaan kaya dan miskin dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

"Pendidikan melahirkan kesetaraan, bukan eksklusivitas. Pendidikan harus mampu menyetarakan semua, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

Pendidikan tak hanya diukur dari jumlah sekolah dan guru, tapi juga harus dilihat dalam aspek pembentukan karakter manusia Indonesia seutuhnya, yang dalam filosofi Sunda disebut Rawayan Jati yang memiliki arti pemahaman ketuhanan yang sempurna, dan membentuk karakter yang luhur.

"Dalam nilai Sunda, karakter itu adalah Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer," ucap Dedi.

Guna membentuk karakter tersebut, dia menekankan pemerintah di Jabar, yang pertama harus memastikan konsumsi masyarakat memiliki nilai gizi yang tinggi, bernutrisi dan mendapat air bersih yang cukup.

Kemudian harus menata kembali gunung, sungai, danau, muara, dan laut agar memiliki fungsi sebagaimana mestinya.

Pemerintahnya, harus jujur dan terbuka dalam anggaran, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembangunan yang ditekankan bukan hanya hasil tapi efek ekonominya, dan keadilannya yang harus dirasakan masyarakat.

Kemudian pemerintah harus melakukan otokritik dalam bidang pendidikan agar lebih baik lagi, untuk memastikan masyarakat Jabar memiliki kualitas unggulan dalam menjawab tantangan zaman.

"Terakhir adalah mendorong masyarakat Jabar untuk singer punya jiwa pekerja keras dan semangat kompetisi yang tinggi namun beradab. Karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer adalah kerangka kesempurnaan manusia Indonesia," demikian katanya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.