Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Target 'Stunting' Belum Akan Dikoreksi

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Perubahan Target 'Stunting' Belum Akan Dikoreksi Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. berikan keterangan pers l Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Budiono Subambang, usai acara Deputy Meet The Press, di Jakarta, Selasa (2/7).

JAKARTA - Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Budiono Subambang, mengatakan, perubahan target pemerintah terkait penurunan prevalensi stunting belum pasti dan akan dikoreksi. Adapun pemerintah menargetkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

"Belum belum ya belum mau dikoreksi," ujar Budiono, usai acara Deputy Meet The Press, di Jakarta, Selasa (2/7).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,6 persen. Budiono mengatakan, pemerintah masih akan verifikasi dan validasi terkait angka pasti stunting.

"Data ini supaya akuntabel dan bisa dipercaya, dan menjadikan landasan kebijakan, tentu kami akan melakukan verifikasi dan validasi terkait dengan data tersebut," jelasnya.

Budiono menyampaikan, progres pengukuran intervensi serentak pencegahan stunting telah mencapai 95,15 persen atau 16,1 juta balita dari total sasaran 17 juta balita selama bulan Juni 2024. Pengukuran telah dilakukan di seluruh wilayah pada lebih dari 300.000 Posyandu.

Dia menambahkan, berdasarkan catatan tersebut terdapat 36,10 persen atau 5.839.101 balita yang mengalami masalah gizi. Selain itu, 3,6 persen atau 220.275 balita bermasalah yang telah dilakukan intervensi.

"Ini alhamdulillah dan biasa kalau penimbangan dan pengukuran kan dilakukan setiap bulan itu paling-paling capaiannya 8 juta ya" katanya.

Budiono melanjutkan, terdapat 45,25 persen atau 136,203 Antropometri yang telah terstandar dengan 82,18 persen diantaranya atau 111.936 Antropometri telah terkalibrasi. Sementara itu, terdapat 517.592 kader Posyandu telah terverifikasi terampil dalam menggunakan alat Antropometri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut target penurunan stunting direvisi yang semula pada 2024 di bawah angka 14 persen maka kini menjadi di bawah 20 persen sesuai standar Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Muhadjir revisi target tersebut juga sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa target penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024 sangat ambisius. "Bapak Presiden juga sudah menyampaikan bahwa 14 persen itu memang sangat ambisius. Karena itu ya nanti akan kita lihat tahun 2024 seperti apa," kata Muhadjir. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.