Gerhana Bulan Total Pekan Depan, Kemenag Aceh Ajak Warga Shalat Khusuf
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 17:39 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO/Kemenag Aceh
BANDA ACEH - Kanwil Kemenag Aceh mengimbau kepada masyarakat untuk turut mensyiarkan ibadah shalat sunnah khusuf saat malam terjadinya gerhana bulan total pada 7 sampai 8 September 2025 atau bertepatan 15 Rabiul Awal 1447 Hijriah nanti.
"Kepada masyarakat untuk mensyiarkan ibadah shalat sunnah khusuf, walaupun gerhana terjadi di tengah malam," kata Kepala Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Minggu (31/8).
Azhari menekankan, gerhana bulan ini jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal-hal buruk lainnya, karena ini hanya fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah SWT.
Ia menyampaikan, tim Observatorium Pengamatan Astronomi Tgk Chiek Kuta Karang nantinya bakal memusatkan pengamatan gerhana ini di halaman Kanwil Kemenag Aceh dengan menggunakan lima unit teleskop astronomi, serta melaksanakan ibadah salat khusuf di Musala Al-Ikhlas setempat.
"Masyarakat dapat memantau proses terjadinya gerhana dengan cara melihat langsung ke arah bulan purnama, atau dapat menyaksikan secara live peristiwa gerhana bulan pada channel YouTube atau Facebook Kemenag Aceh," ujar Azhari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Tim Falakiyah Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh menyatakan gerhana bulan total bakal melintasi langit Aceh pada minggu malam 7 sampai 8 September 2025.
"Fenomena ini tidak hanya terlihat di Aceh, tetapi juga dapat disaksikan di seluruh Indonesia serta beberapa wilayah di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia," kata Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra.
Alfirdaus menjelaskan, gerhana bulan total yang melintasi langit Aceh kali ini menjadi yang terlama sejak 2022. Pada saat terjadi gerhana, bulan akan berwarna kemerahan, sehingga di kalangan astronom lebih populer dengan nama blood moon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan, gerhana bulan total merupakan peristiwa alam yang terjadi saat bulan melewati bayangan inti (umbra) bumi secara penuh atau bumi dalam posisi di tengah antara posisi matahari dan bulan.
"Selama fenomena ini berlangsung, bulan tampak meredup bahkan berubah warna menjadi merah tembaga, sehingga disebut blood moon,” ujarnya.
Dirinya menuturkan, gerhana tersebut diperkirakan terjadi pada 7 September 2025 sekitar pukul 22.28 WIB, diawali dengan gerhana bulan penumbra. Kemudian, terjadi gerhana bulan sebagian pada pukul 23.27 WIB.
Lalu, ketika gerhana bulan mulai terjadi, bulan purnama yang sebelumnya berwarna putih terang akan sedikit berwarna kemerahan di bagian atas kiri bulan, dimulai sekitar pukul 23.27 WIB.
Fenomena ini, ditandai sebagai awal terjadinya gerhana bulan sebagian. Selanjutnya, pada pukul 00.30 WIB, bulan akan sepenuhnya berwarna merah, dan ini yang disebut sebagai gerhana bulan total.
“Gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 1 jam 22 menit hingga berakhir pada pukul 01.52 WIB," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!