Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Acuan Anggaran Akan Kurangi Mutu Layanan Pendidikan

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Perubahan Acuan Anggaran Akan Kurangi Mutu Layanan Pendidikan Doc: Istimewa
Ket. Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji.

Perubahan acuan anggaran pendidikan dinilai berpotensi akan mengurangi kualitas dan layanan pendidikan. Pasalnya, porsi besaran dana pendidikan di APBN bakal menurun.

JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menilai perubahan acuan anggaran pendidikan berpotensi mengurangi kualitas atau mutu dan layanan pendidikan. Menurutnya, dengan adanya perubahan acuan anggaran pendidikan dari porsi belanja menjadi pendapatan, maka porsi besaran dana pendidikan dalam APBN akan menciut.

"Jadi, kalau pendapatan yang dijadikan acuan, nasib besaran porsi anggaran pendidikan nasional kian mengenaskan, karena juga akan ikut merosot," ujar Ubaid, kepada Koran Jakarta, Senin (9/9).

Pihaknya menolak rencana pemerintah untuk mengubah acuan penentuan besaran alokasi anggaran pendidikan melalui pendapatan negara. Menurutnya, pemerintah telah melarikan diri dari kewajiban konstitusional untuk memprioritaskan alokasi anggaran minimal 20% yang bersumber dari APBN dan APBD. "Kalau mau dianggap konstitusional, ya amandemen dulu UUD 1945 supaya bunyi ayat-ayatnya sama dengan usulan dan kehendak pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menggulirkan wacana tentang rencana perubahan ketentuan alokasi wajib anggaran pendidikan. Menkeu mengusulkan pengubahan acuan anggaran dana pendidikan yang 20 persen dari kebutuhan belanja menjadi pendapatan negara.

Evaluasi Anggaran

Ubaid mengungkapkan, pemerintah sibuk dengan angka 20 persen, tapi lupa dengan kebutuhan pendidikan. Menurutnya, daripada memperdebatkan soal acuan pendapatan atau belanja, sebaiknya lebih produktif jika wacananya adalah menghitung kebutuhan biaya pendidikan.

Dia menambahkan, serapan buruk bukan karena anggaran yang kebesaran, tapi buruknya kualitas program dan lemahnya implementasi di lapangan. Menurutnya, jika serapan anggaran pendidikan 4 tahun lalu dianggap buruk, maka pengelola programnya harus dievaluasi.

"Maka, harus dievaluasi, mengapa ini bisa terjadi, bukan malah besaran anggarannya yang dilucuti. Jadi, yang harus diaudit adalah para pengelola anggaran, bentuk program, mekanisme pengelolaan, dan hal lain yang terkait langsung," katanya.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, menerangkan, usulan reformulasi anggaran pendidikan akan memiliki konsekuensi penurunan anggaran pendidikan kurang lebih hampir 130 triliun rupiah. Menurutnya, perlu ada refocusing anggaran untuk menyerahkan anggaran pendidikan yang selama ini terdistribusi ke kementerian lain di luar fungsi pendidikan.

"Yaitu, berbasis pada belanja APBN, yang perlu diutamakan adalah terkait dengan distribusi dan alokasi nya supaya lebih banyak diberikan kepada kementerian yang punya tugas dan fungsi pendidikan dalam ini Kemendikbud dan Kemenag," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, evaluasi anggaran penting untuk memenuhi kebutuhan sektor pendidikan. Menurutnya, praktik pemanfaatan anggaran pendidikan yang tidak tepat sasaran kerap ditemukan di berbagai daerah.

"Distribusi anggaran pendidikan di daerah-daerah harus benar-benar diawasi agar sesuai dengan kebutuhan daerah bersangkutan. Pengawasan atas setiap pengalokasian anggaran menjadi perhatian kita bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi setiap anak bangsa," tuturnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.