Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi Melemah Lanjutan, 4 Juni 2026

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Berpotensi Melemah Lanjutan, 4 Juni 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan seiring kombinasi tekanan dari faktor do­mestik dan global yang belum mereda. Kombinasi senti­men tersebut berpotensi membuat pergerakan rupiah te­tap volatil, dengan pelaku pasar cenderung bersikap lebih hati-hati hingga muncul katalis positif yang mampu me­ngembalikan kepercayaan investor.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi melihat pelaku pasar menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bu­nga The Fed. Selain itu, dari dalam negeri, inflasi Mei 2026 yang meningkat dibanding bulan sebelumnya memperbu­ruk sentimen terhadap rupiah, sedangkan menyusutnya surplus perdagangan mencerminkan meningkatnya te­kanan terhadap ketahanan eksternal.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (4/6), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.960-18.030 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS da­lam perdagangan, Rabu (3/6) sore, ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.966 rupiah per dollar AS. “Pelemahan rupiah yang men­dekati 18.000 rupiah per dollar AS itu dipengaruhi kombi­nasi sentimen global dan domestik,” ujar Ibrahim.

Dari eksternal, investor masih mencermati perkem­bangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon sela­tan, sementara Iran dilaporkan menembakkan rudal balis­tik ke Kuwait dan Bahrain.

“Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidak­pastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Wa­shington dan Teheran,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, laporan media Iran yang menyebut tidak adanya komunikasi antara Teheran dan Washington dalam beberapa hari terakhir memunculkan spekulasi bahwa pe­rundingan mengalami kebuntuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

25 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.