Perebutan Tiket Piala Dunia 2026 Memasuki Fase Akhir
📅 Kamis, 20 Nov 2025, 07:39 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANDY BUCHANAN / AFP
PARIS - Skotlandia mengukir salah satu hasil laga paling heroik dalam sejarah sepak bola negara itu setelah menekuk Denmark 4-2 di Glasgow, Rabu (19/11) dini hari WIB. Dua gol ajaib di masa injury time mengantar mereka ke Piala Dunia 2026. Inimengakhiri penantian sejak 1998 dan mengguncang Hampden Park dalam euforia yang tak terlupakan.
Laga yang semula berjalan ketat berubah menjadi drama menegangkan ketika skor masih 2-2 memasuki menit-menit akhir. Denmark, yang sempat memimpin Grup C, terlihat berada di jalur aman menuju tiket otomatis. Namun pada menit ke-93, Kieran Tierney melepaskan tembakan melengkung dari jarak jauh yang tak mampu dihentikan Kasper Schmeichel. Tujuh menit kemudian, Kenny McLean memastikan laga jadi milik tuan rumah lewat tendangan chip cerdik dari garis tengah. Dia menghukum lini belakang Denmark yang naik terlalu tinggi.
“Ini salah satu pertandingan paling gila yang pernah kami mainkan. Kami membuat seluruh negeri tegang, tapi semua terbayar. Kami kembali ke Piala Dunia,” ujar kapten Andy Robertson. Skotlandia memulai laga dengan percaya diri. Scott McTominay membuka skor melalui tendangan salto menit ketiga, lalu Rasmus Hojlund menyamakan lewat penalti.
Denmark lalu kehilangan Rasmus Kristensen akibat kartu kuning kedua. Lawrence Shankland membuat Skotlandia unggul lagi pada menit ke-78, disusul gol Patrick Dorgu yang membuat laga kembali hidup. Namun dua gol Tierney dan McLean memastikan kisah heroik itu menjadi kenyataan. Denmark kini harus melalui babak play-off Maret mendatang.
Di tempat lain, Swiss memastikan tiket Piala Dunia untuk keenam kalinya beruntun setelah bermain 1-1 dengan Kosovo. Spanyol, juara Piala Eropa 2024, juga lolos usai bermain 2-2 kontra Turki di Sevilla. Dani Olmo membuka skor sebelum Turki mencetak dua gol balasan melalui Deniz Gul dan Salih Ozcan. Mikel Oyarzabal menyamakan keadaan, memperpanjang rekor tak terkalahkan La Roja. “Kami ingin menang tanpa kebobolan, tapi lolos tetap yang utama,” ujar Olmo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Austria mengakhiri penantian 28 tahun setelah bermain 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina. Gol Michael Gregoritsch menit ke-77 memastikan langkah tim asuhan Ralf Rangnick. “Saya mengejar Piala Dunia selama 18 tahun. Akhirnya terwujud,” ujar Marko Arnautovic.
Belgia tampil impresif dengan kemenangan 7-0 atas Liechtenstein.Sedangkan Wales tak kalah perkasa dengan skor 7-1 melawan Makedonia Utara. Dari Grup H, Rumania menang 7-0 atas San Marino dan membuka peluang lewat jalur UEFA Nations League. Swedia yang hanya bermain imbang 1-1 melawan Slovenia juga berpeluang melaju lewat jalur yang sama.
Makin Lengkap
Sebaiknya Anda baca juga:
Rangkaian hasil tersebut membuat daftar peserta Piala Dunia 2026 semakin lengkap. Dari Afrika, negara-negara kuat seperti Aljazair, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia kembali tampil. Di Asia, Australia, Iran, Jepang, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Uzbekistan, serta Yordania, yang mencetak sejarah, telah mengamankan tempat.
Zona Eropa kini menampilkan deretan favorit juara: Kroasia, Inggris, Prancis, Norwegia, Portugal, Jerman, Belanda, Spanyol, Belgia, Swiss, Austria, dan Skotlandia. Selandia Baru kembali menjadi wakil tunggal Oseania. Dari Amerika Selatan, tak ada kejutan: Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, Paraguay, dan Uruguay melaju mulus.
Namun masih ada jalan panjang bagi sejumlah negara. Empat tiket Eropa akan diperebutkan dalam play-off yang melibatkan Italia, Denmark, Turki, Ukraina, Polandia, Wales, Ceko, Albania, Slovakia, Republik Irlandia, Bosnia dan Herzegovina, Kosovo, Swedia, Rumania, Irlandia Utara, dan Makedonia Utara. Sementara itu, play-off antarkonfederasi yang menyediakan dua tiket tambahan akan menghadirkan Irak, Republik Demokratik Kongo, Kaledonia Baru, Bolivia, serta dua wakil CONCACAF.
Drawing resmi play-off dijadwalkan Kamis (20/11), dengan laga penentuan berlangsung Maret 2026. Dengan semakin dekatnya turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, peta kekuatan dunia mulai terbentuk, namun perjuangan terakhir menuju panggung terbesar sepak bola masih menyisakan drama yang tak kalah menegangkan. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!