Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Perkuat Industri Perhiasan di Tengah Naiknya Harga Emas

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 18:00 WIB | Oleh:
Menperin Perkuat Industri Perhiasan di Tengah Naiknya Harga Emas Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan perlunya memperkuat ketahanan industri perhiasan nasional di tengah lonjakan harga emas dunia. Agus menyatakan dinamika pasar global harus menjadi momentum untuk mempercepat integrasi ekosistem emas domestik.

Pemerintah tengah menyusun peta jalan bank bullion guna menjamin transparansi serta kesehatan perputaran ekonomi mineral berharga. Kebijakan adaptif ini bertujuan memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan industri manufaktur serta pendapatan negara Indonesia.

“Tantangan kenaikan harga emas global ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional. Melalui pengembangan roadmap bank bullion, dan kebijakan yang mendorong transparansi, kami ingin memastikan perputaran ekonomi emas semakin sehat,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (14/2) lalu.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mencatat ekspor industri perhiasan menembus angka 8,47 miliar dollar Amerika Serikat. Sektor strategis ini didukung oleh 500 pelaku industri serta 30 ribu toko emas.

Lonjakan harga bahan baku memaksa para produsen untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan perubahan desain produk mereka. Namun pemerintah tetap optimistis inovasi serta efisiensi produksi akan menjaga tren pertumbuhan positif sektor perhiasan.

“Pemerintah mencermati bahwa kenaikan harga emas berdampak pada penyesuaian strategi produksi dan pemasaran, termasuk perubahan desain, kadar, serta pola penjualan. Namun demikian, sektor ini dinilai tetap memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui inovasi desain, efisiensi produksi, dan perluasan pasar,” ujar Reni.

Asosiasi produsen perhiasan melaporkan fluktuasi harga emas sangat memengaruhi daya beli masyarakat pada awal tahun. Pelaku usaha membutuhkan dukungan regulasi yang kondusif demi menjaga keberlangsungan puluhan ribu tenaga kerja padat karya.

Pihak asosiasi mengusulkan penyempurnaan kebijakan fiskal berupa pengenaan pajak penghasilan final rendah pada bank bullion. Skema perpajakan tersebut diharapkan menyerupai model transaksi saham agar aktivitas bisnis tetap berada dalam sistem resmi.

“Pihak asosiasi juga menekankan bahwa industri perhiasan yang bersifat padat karya membutuhkan dukungan kebijakan yang kondusif. Dukungan tersebut diperlukan agar industri tetap mampu menjaga keberlangsungan usaha dan tenaga kerja,” ujar Reni.

Pelaku industri kini mulai memproduksi perhiasan dengan tingkat karat serta berat yang lebih ringan bagi konsumen. Strategi desain kreatif ini diterapkan agar produk tetap memiliki harga terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh dalam menciptakan ekosistem transaksi emas nasional yang jauh lebih terintegrasi dan transparan. Penguatan bank bullion akan membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi para pengusaha kecil maupun menengah.

“Jika peredaran emas masuk ke dalam sistem bullion yang terstruktur, mekanismenya akan menyerupai sistem perbankan. Industri perhiasan akan terjamin bahan bakunya dari sistem tersebut, sehingga transparansi meningkat dan kontribusi sektor emas terhadap perekonomian nasional semakin besar,” kata Reni.

Pemerintah aktif melakukan koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketersediaan pasokan bahan baku bagi industri dalam negeri. Sektor pertambangan lokal harus bersinergi dengan industri perhiasan demi mengurangi ketergantungan terhadap impor emas mentah.

Direktur Industri Aneka, Reny Meilany, optimistis industri perhiasan akan bertransformasi menjadi sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Penguatan manufaktur berbasis desain menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.