Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pusksesmas Diharapkan Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini HIV Papua Tengah

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 04:12 WIB | Oleh:
Pusksesmas Diharapkan Jadi Ujung Tombak Deteksi Dini HIV Papua Tengah Doc: ist
Ket. gencarkan deteksi dini

NABIRE – Masyarakat Papua sejak dulu memang banyak penularan HIV, selain malaria. Saat ini perlu gerakan deteksi awal penyakit HIV. Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengoptimalkan deteksi dini HIV melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas sebagai langkah menekan penularan penyakit tersebut di masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah Agus di Nabire, Kamis, mengatakan peningkatan skrining dan pemeriksaan sejak dini di puskesmas merupakan langkah efektif untuk mengetahui status kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan bagi penderita HIV.

“Jika orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sudah terindentifikasi, akan lebih mudah dalam penanganan maupun pencegahan penularan,” ujarnya. Ia mengatakan upaya pencegahan HIV tidak dilakukan dengan cara mengucilkan orang yang terinfeksi, melainkan dengan menghindari perilaku yang berisiko menularkan penyakit tersebut.

Pentingnya masyarakat menghilangkan stigma negatif terhadap ODHA, karena dapat mempengaruhi kondisi mental penderita serta menghambat mereka mengakses layanan kesehatan. "HIV harus dihindari penyakitnya, bukan orangnya. Kita tidak boleh mengucilkan penderita, tetapi harus menjauhi perilaku yang berisiko tertular," katanya.

Ia menjelaskan penularan HIV paling banyak terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, sehingga masyarakat diharapkan menghindari perilaku seks berisiko serta segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan untuk mengetahui status kesehatannya.

Bagi masyarakat yang dinyatakan negatif, lanjutnya, penting untuk menjaga diri agar tetap terbebas dari infeksi. Sementara bagi yang terdiagnosis positif HIV, pengobatan harus dijalani secara disiplin dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) setiap hari sepanjang hidup.

Ia menambahkan konsumsi ARV secara teratur mampu menekan jumlah virus dalam tubuh, sehingga penderita tetap dapat hidup sehat sekaligus mencegah penularan kepada pasangan maupun keturunan. Sementara itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua Tengah Freny Anouw mengatakan hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 24.777 warga di Papua Tengah terpapar HIV/AIDS.

Menurut dia, sebaran kasus terbanyak berada di Kabupaten Nabire dengan lebih dari 11.000 kasus, disusul Kabupaten Mimika dengan lebih dari 9.000 kasus terkonfirmasi. Ia menjelaskan data tersebut dihimpun secara berjenjang mulai dari puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten hingga dilaporkan ke tingkat provinsi setelah melalui proses validasi.

Freny menilai tingginya angka temuan kasus juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri di fasilitas kesehatan. Selain itu, peningkatan kasus turut dipengaruhi oleh masifnya kegiatan sosialisasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat, termasuk pentingnya deteksi dini guna mencegah penularan lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.