Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengadilan Korsel Tolak Hentikan Penambahan Kuota Sekolah Kedokteran

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengadilan Korsel Tolak Hentikan Penambahan Kuota Sekolah Kedokteran Doc: ANTARA/Pexels/Anna Shvets
Ket. Ilustrasi - Dokter melakukan operasi.

Seoul - Pengadilan Tinggi Seoul menolak perintah komunitas dokter untuk menghentikan rencana pemerintah yang sangat kontroversial untuk meningkatkan kuota masuk sekolah kedokteran nasional.

Putusan pengadilan tersebut sebagaimana dilaporkan Yonhap, Kamis, akan membuka jalan bagi kenaikan kuota sekolah kedokteran sebanyak 2.000 kursi dan menjadi kenaikan pertama kalinya dalam 27 tahun dengan tujuan mengatasi kekurangan kronis di bidang medis yang penting namun tidak populer serta di daerah pedesaan terpencil.

Dengan dicabutnya ketidakpastian hukum, pemerintah diperkirakan akan mempercepat proses peningkatan kuota medis yang tercermin dalam pengumuman penerimaan universitas pada tahun 2025 yang akan dipublikasikan pada akhir Mei atau awal Juni.

Pengadilan yang lebih rendah sebelumnya telah menolak kasus tersebut pada bulan lalu dan menyimpulkan bahwa para pemohon tidak memiliki kepentingan khusus yang dikompromikan oleh kenaikan kuota dan oleh karena itu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan keputusan pengadilan.

Pengadilan tinggi, yang mengajukan banding atas kasus tersebut, menguatkan alasan pengadilan yang lebih rendah dalam membatalkan kembali kasus tersebut.

Pengadilan banding mengakui kelayakan hukum mahasiswa kedokteran yang menjabat dalam keputusan tersebut karena memiliki jaminan hukum atas kepentingan yang terkait dengan kenaikan kuota.

Pengadilan tetap memutuskan untuk membatalkan kasus tersebut dengan alasan bahwa pemberian perintah tersebut dapat berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat.

Namun, pengadilan juga menyatakan bahwa penerimaan tambahan 2.000 mahasiswa kedokteran setiap tahunnya dapat membahayakan hak belajar mahasiswa kedokteran saat ini.

Pengadilan menyatakan bahwa kuota kedokteran di masa depan harus ditentukan dengan cara yang meminimalkan pelanggaran terhadap hak-hak mereka.

Menanggapi putusan tersebut, komunitas medis mengatakan akan segera mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan meminta pertimbangan cepat atas kasus itu mengingat gawatnya situasi.

Adapun pada Maret, pemerintah mengalokasikan 2.000 kursi masuk sekolah kedokteran tambahan ke universitas-universitas yang sebagian besar berada di luar wilayah Seoul.

Rencana tersebut mendapat protes dari para dokter peserta pelatihan dengan meninggalkan rumah sakit tempat bekerja.

Sekitar 20 tindakan hukum telah diambil oleh komunitas dokter dan mahasiswa kedokteran untuk menghentikan kenaikan kuota, namun sejauh ini belum ada keputusan pengadilan yang mendukung tindakan tersebut.

Keputusan pengadilan pada Kamis menandai puncak dari perselisihan pemerintah-medis selama berbulan-bulan mengenai rencana kenaikan kuota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.