Pendapatan Tembus Rp1.127 Triliun, Pertamina Ungkap Strategi Rahasia 2025
📅 Senin, 17 Nov 2025, 18:10 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Harianto
JAKARTA - Pertamina melaporkan kontribusi sebesar Rp262 triliun kepada negara hingga September 2025, menjadikannya BUMN dengan penyumbang pajak, non-pajak, dan dividen terbesar.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut capaian itu sebagai bukti komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
"Kontribusi Pertamina kepada negara sampai dengan bulan September 2025 mencapai Rp262 triliun menjadikan Pertamina sebagai agen pembangunan utama melalui penerimaan pajak, non-pajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia," kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan dengan semangat dan visi yang selaras mendorong upaya berkelanjutan memajukan sektor migas nasional, memperkuat ketahanan energi, meningkatkan nilai tambah industri, serta membuka peluang pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia ke depan lebih.
"Meminjam istilah Presiden Prabowo Subianto bahwa Pertamina adalah sokoguru dan tuntutan bangsa Indonesia. Tentunya ini adalah amanah besar yang kami emban dan akan kami tunaikan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dijelaskannya, seluruh program strategis Pertamina dirancang untuk selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terutama dalam memperkuat swasembada energi melalui penerapan dual growth strategi.
"Kita tidak hanya memaksimalkan bisnis legacy kepada minyak dan gas tetapi juga mempercepat transisi menuju energi rendah karbon. Ini adalah langkah improvement (perbaikan)berkelanjutan sesuai dengan arah pembangunan nasional," tuturnya.
Meskipun tekanan makro ekonomi global cukup menantang beberapa indikator utama, lanjut Simon, Pertamina tetap mampu untuk mempertahankan stabilitas kinerja melalui efisiensi, respon cepat dan continuous improvement (perbaikan berkelanjutan) di seluruh lini operasi, sehingga stabilitas kinerja keuangan dan operasional tetap dalam tren positif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tahun 2025, Pertamina diproyeksikan akan membukukan pendapatan sebesar 68 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1.127 triliun dengan capaian laba bersih 3,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp54 triliun.
Selain itu, di sisi operasional, produksi migas tetap terjaga. Untuk minyak dan gas, setara 1 juta barrel oil equivalent per day dan yield kilang mencapai 84 persen.
"Capaian ini tentunya menunjukkan improvement bukan hanya jargon, tetapi komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberi nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Dia menuturkan di tengah penurunan kondisi makro global, Pertamina tetap berhasil menjaga kinerja operasi yang solid. Hal itu dicapai melalui rangkaian program strategis yang diperbaiki secara disiplin dan berkesinambungan melalui penguatan hulu migas, optimasi kilang, penguatan pemasaran, efisiensi logistik, transformasi bisnis gas, dan inovasi energi hijau.
"Semua program ini kami rancang untuk mendukung agenda pemerintah meningkatkan produksi migas, memperbaiki neraca energi, dan mendorong transisi menuju energi bersih yang terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Hingga akhir Oktober 2025, tren kenaikan kinerja operasional Pertamina terlihat dari produksi minyak dan gas yang konsisten berada di atas 1 juta barel setara minyak per hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!