Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Risiko Bencana, BNPB Percepat Huntara dan Lakukan Modifikasi Cuaca di 3 Provinsi Sumatra

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Kurangi Risiko Bencana, BNPB Percepat Huntara dan Lakukan Modifikasi Cuaca di 3 Provinsi Sumatra Doc: ANTARA
Ket. Foto udara hunian sementara (huntara) utuk penyintas bencana banjir di Asam Pulau di Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (29/1/2026).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara serta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi bencana hidrometeorologi basah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa (3/2), mengatakan bahwa percepatan pembangunan rumah hunian sementara menjadi prioritas untuk mendukung masyarakat terdampak memasuki masa pemulihan awal.

Dari total 17.332 unit rumah hunian sementara yang diajukan, sebanyak 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni, dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadhan 1447 Hijriyah/pertengahan Februari.

Selain itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 14.286 unit, sementara skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi.

Hingga awal Februari 2026, BNPB mencatat sebanyak 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dengan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 keluarga.

Dalam rangka mengurangi potensi bencana susulan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah terdampak, antara lain di Aceh sebanyak 532 sorti dengan total bahan semai 508.000 kilogram.

Di Sumatera Utara, OMC telah dilakukan sebanyak 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram, sementara di Sumatra Barat tercatat 409 sorti dengan total bahan semai mencapai 406.325 kilogram.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan percepatan pemulihan, pengurangan risiko bencana, serta penguatan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.