Pencarian Empat Korban Longsor di Gunung Kuda Dihentikan Sementara
📅 Rabu, 04 Jun 2025, 20:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Cirebon - Tim SAR gabungan menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi empat korban longsor tambang galian C di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, karena kondisi medan yang tidak stabil serta potensi longsor susulan semakin tinggi.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Mukhammad Yusron di Cirebon, Rabu, mengatakan keputusan penghentian pencarian ini diambil pukul 13.30 WIB setelah adanya asesmen bersama Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM.
Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan pergeseran tanah di lokasi longsor mencapai 4 meter dalam sehari, dengan total pergerakan sejak Senin mencapai 9 meter.
Ia menjelaskan longsor susulan juga terjadi di sektor kanan (worksite B), sementara di sektor tengah (worksite A) ditemukan aliran air dari patahan yang memicu ketidakstabilan tanah.
Yusron menyebutkan lokasi pencarian disebut berada di zona merah, karena terlalu dekat dengan titik longsor dan berada di luar radius aman sejauh 350 meter.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketinggian Gunung Kuda itu 219 meter, dan zona aman minimal harus 1,5 kali lipat atau sekitar 350 meter dari titik longsor,” katanya.
Ia menuturkan meskipun masa tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari, evaluasi tetap dilakukan setiap hari berdasarkan kondisi lapangan.
Hingga Rabu siang, kata dia, tim masih sempat melakukan pembersihan material, namun aktivitas dihentikan setelah laporan resmi dari inspektur tambang diterima.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Zona tersebut sangat berbahaya. Kami tetap mengedepankan keselamatan tim,” katanya.
Lebih lanjut, Yusron mengatakan pendekatan terhadap keluarga korban juga terus dilakukan dan hasilnya sebagian menyetujui penghentian sementara.
“Namun ada yang berharap pencarian tetap diteruskan hingga seluruh korban ditemukan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menyebut pergerakan tanah yang terjadi sudah melebihi ambang batas normal.
Ia mengemukakan berdasarkan standar, batas toleransi pergeseran tanah adalah 3 cm dalam 30 menit. Namun pada hari ini, pergerakan mencapai 4 meter dalam waktu singkat.
“Ini membahayakan tim di lapangan, sehingga pencarian harus dihentikan sementara,” ujar Ade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!