Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Mendesak AS Agar Melonggarkan Pembatasan Perdagangan

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 20:00 WIB | Oleh:
IMF Mendesak AS Agar Melonggarkan Pembatasan Perdagangan Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Logo Dana Moneter Internasional (IMF).

WASHINGTON DC - International Monetary Fund (IMF) pada hari Rabu (25/2), menyerukan Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan para mitra dagang dan mencari cara untuk saling mengurangi pembatasan perdagangan, seiring dengan diterbitkannya tinjauan terhadap perekonomian AS.

Temuan IMF mencakup tahun pertama masa kepresidenan kedua Donald Trump, di mana ia memberlakukan tarif yang luas terhadap sekutu dan pesaingnya dalam upaya untuk mengurangi defisit perdagangan AS dan meningkatkan manufaktur dalam negeri.

Namun , kebijakan tarifnya yang berubah-ubah telah mengacaukan rantai pasokan dan pasar keuangan.

Sepanjang tahun tersebut, pemerintahan Trump juga berupaya mengurangi ketergantungan pada pekerja imigran ilegal dan mengurangi peran pemerintah federal dalam perekonomian, demikian catatan IMF.

Namun, lembaga tersebut menyatakan pada hari Rabu bahwa Washington harus bekerja secara konstruktif dengan para mitra "untuk mengatasi kekhawatiran atas praktik perdagangan yang tidak adil dan menyepakati pengurangan terkoordinasi dalam pembatasan perdagangan dan distorsi kebijakan industri yang memiliki dampak negatif lintas batas".

"Apabila langkah-langkah perdagangan dan investasi (termasuk tarif dan kontrol ekspor) diberlakukan karena alasan keamanan nasional, kebijakan tersebut harus diterapkan secara terbatas," desak pernyataan itu.

Kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada wartawan bahwa laporan tersebut disiapkan sebelum Mahkamah Agung membatalkan banyak tarif Trump pada Jumat lalu, dan menambahkan bahwa IMF akan mencermati perkembangan ini.

Sejak putusan tersebut, Trump telah menggunakan undang-undang yang berbeda untuk memberlakukan tarif global baru sebesar 10 persen, yang juga diancamnya akan dinaikkan menjadi 15 persen.

Georgieva bertemu dengan Menteri Keuangan Scott Bessent dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelum laporan tersebut dirilis.

Dia mencatat bahwa dana tersebut memiliki keprihatinan yang sama dengan pemerintahan Trump mengenai besarnya defisit perdagangan dan neraca transaksi berjalan AS. Dia menambahkan bahwa kesenjangan neraca transaksi berjalan negara itu "terlalu besar".

Risiko Stabilitas

Georgieva mengatakan, terus meningkatnya utang publik juga "tetap menjadi masalah utama" yang perlu diperhatikan.

IMF menyatakan bahwa "meskipun risiko tekanan kedaulatan di AS rendah, tren kenaikan rasio utang publik terhadap PDB dan meningkatnya tingkat utang jangka pendek terhadap PDB menunjukkan risiko stabilitas yang semakin besar bagi perekonomian AS dan global."

Secara keseluruhan, dana tersebut memproyeksikan pertumbuhan PDB AS akan mencapai 2,6 persen pada tahun 2026, meningkat dari 2,2 persen tahun lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.