Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Yogya Gandeng Mitra Percepat Zero New Stunting

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Yogya Gandeng Mitra Percepat Zero New Stunting Doc: ANTARA
Ket. Walikota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo menyerahkan sertifikat kepada balita yang sudah lulus stunting lewat program Si Penting di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (5/11/2025).

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng sejumlah mitra dalam percepatan penurunan angka stunting dan mewujudkan zero new stunting melalui program "Si Penting" atau aksi pencegahan stunting.

"Kami mengapresiasi kontribusi para pihak yang telah bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta dalam upaya mewujudkan zero new stunting," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Kamis.

Pemkot Yogyakarta bersama Human Initiative, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan PT SGM melakukan program stunting di dua kelurahan, yakni Kelurahan Tahunan dan Sorosutan melalui program "Si Penting", sejalan dengan kebijakan zero new stunting  untuk mencegah kasus stunting baru.

Hasto mengatakan pihaknya berterima kasih kepada para mitra yang turut berperan dalam penurunan stunting melalui pendekatan intervensi spesifik yang langsung menyasar ibu hamil dan balita.

"Penurunan stunting membutuhkan kerja bersama karena sebagian besar faktor penyebab bersifat sensitif, seperti kemiskinan, sanitasi, dan akses air bersih. Menurunkan stunting 3 hingga 5 persen itu prestasi," katanya.

Ia menegaskan meskipun kondisi lingkungan belum ideal, anak-anak jangan sampai stunting. "Intervensi spesifik pada gizi ibu hamil dan balita harus kita genjot," katanya.

Ia meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan ketat terhadap bayi baru lahir serta pasangan pengantin baru sebagai kelompok berisiko tinggi.

"Angka kelahiran di Yogyakarta sekitar enam per hari dan pernikahan baru sekitar tiga pasang. Semuanya harus dipastikan sehat sejak awal," katanya.

Menurut dia, pemenuhan indikator kesehatan seperti berat badan, panjang lahir, hingga lingkar lengan tidak boleh diabaikan pada calon ibu.

"Harus punya prinsip zero new stunting. Yang nikah diukur lingkar lengannya, kalau kurang dari 23,5 sentimeter jangan langsung hamil. Kasih telur, kasih ikan, agak gemuk dikit, baru hamil," katanya.

Ia mendorong program serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Yogyakarta.

"Kami ingin upaya ini menjadi model percepatan penurunan stunting. Pemerintah siap mendukung perusahaan yang memiliki komitmen sosial seperti SGM," katanya.

Kepala Cabang Human Initiative DIY Muthori mengatakan program tersebut menyasar 60 kader kesehatan serta 97 ibu hamil dan ibu balita melalui workshop peningkatan kapasitas, pendampingan home visit, dan edukasi gizi.

"Alhamdulillah, program ini memberikan kontribusi pada penurunan stunting di dua kelurahan sasaran. Selain itu, 99 persen balita kini berada pada status gizi baik dan ada peningkatan partisipasi kader hingga 76 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.