Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kota Palu Utamakan Stabilitas Harga Pangan hingga Idul Fitri

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kota Palu Utamakan Stabilitas Harga Pangan hingga Idul Fitri Doc: ANTARA
Ket. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin (kanan), Pimwil Bulog Sulawesi Tengah Jusri (baju biru), pejabat DPRD, dan Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pangan di Pasar Masomba, Kota Palu, Selasa (13/3/2026). 

PALU – Pemerintah Kota (Kota) Palu mengutamakan stabilitas harga pangan di Ibu Kota Sulawesi Tengah itu selama momen Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah agar masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Stabilitas harga bagian paling penting. Untuk menjaga kekondusifan itu maka ketersediaan stok harus dipastikan terpenuhi," kata Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhiddin, usai melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional Masomba Palu, Selasa.

Menurut dia, stabilisasi harga dan pasokan harus dikawal bersama, baik itu pemerintah daerah (pemda) maupun pemangku kepentingan, karena di momen hari besar keagamaan potensi lonjakan harga bisa saja terjadi bila tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

Dari inspeksi itu, ia mengatakan Pemkot Palu menemukan sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan harga yakni cabai rawit Rp65 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan yakni Rp65 ribu per rak ukuran sedang, sedangkan telur ayam ukuran jumbo Rp70 ribu per rak.

"Lonjakan harga telur dipicu meningkatnya permintaan masyarakat di pertengahan Ramadan, terutama untuk kebutuhan bahan baku membuat kue dan persiapan hari raya," ujar dia.

Ia mengatakan harga komoditas lainnya relatif stabil yakni tomat berada di kisaran Rp5 ribu-6 ribu per kilogram, cabai keriting cenderung turun, dan harga bawang putih juga stabil. Harga gula tercatat naik menjadi Rp19 ribu per kilogram.

Meski terjadi fluktuasi, namun rata-rata kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan Pemkot Palu berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan guna menekan inflasi daerah supaya tidak menjadi sentimen negatif.

"Langkah lainnya dilakukan dalam pengendalian harga yakni lewat pasar murah dan gerakan pangan murah subsidi sebesar Rp5 ribu untuk bahan pangan penting seperti beras, telur, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng dan elpiji 3 kilogram," kata Imelda.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah Jusri mengatakan telah memastikan stok beras mencukupi hingga beberapa bulan ke depan mencapai sekitar 22.000 ton, dengan penyaluran rata-rata 21 ton per hari.

“Stok yang ada saat ini kami perkiraan cukup sampai Lebaran Idul Adha 2026, sekitar tiga sampai empat bulan ke depan,” katanya.

Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sekitar 4 ribu ton, sebagian berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Selain itu Bulog menargetkan penyerapan gabah lokal di Sulawesi Tengah sebanyak 11.300 ton. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.