Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDB Negara-negara Arab Bakal Lebih Cepat Melesat

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 21:41 WIB | Oleh:
PDB Negara-negara Arab Bakal Lebih Cepat Melesat Doc: AFP/YASSER AL-ZAYYAT

BEIRUT - Perekonomian kawasan Arab diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dalam dua tahun ke depan, dengan rata-rata produk domestik bruto (PDB) diproyeksikan tumbuh masing-masing sebesar 3,7 persen dan 3,3 persen pada 2026 dan 2027.

Demikian menurut laporan yang dirilis oleh Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Barat (Economic and Social Commission for Western Asia/ESCWA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (25/2).

Tingkat inflasi regional diperkirakan akan menurun dari 8,2 persen pada 2025 menjadi 5,4 persen pada 2027 sebagai dampak dari penurunan harga minyak dan berkurangnya gangguan rantai pasokan, sebut laporan yang bertajuk "Prospek Makroekonomi di Kawasan Arab" (Macroeconomic Outlook in the Arab Region) tersebut.

Kendati demikian, kawasan itu masih rentan terhadap berbagai guncangan dan ketidakpastian yang membebani prospek pertumbuhan, termasuk ketidakstabilan geopolitik, perang dan konflik, gangguan perdagangan di Laut Merah, dan ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Lebih lanjut laporan itu menyebutkan bahwa proyeksi kenaikan produksi minyak dan gas, disertai upaya diversifikasi ekonomi di luar sektor hidrokarbon, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan negara-negara berpendapatan tinggi di kawasan itu.

Namun, risiko signifikan tetap membayangi negara-negara tersebut, termasuk dampak dari kenaikan tarif Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran terkait kemungkinan kembali pecahnya perang antara Israel dan Iran serta dampaknya terhadap negara-negara kawasan itu mengingat kedekatan geografis mereka dengan Iran.

Sementara itu, negara-negara berpendapatan menengah di kawasan Arab masih menghadapi "tantangan geopolitik dan sosioekonomi" yang signifikan seperti berlanjutnya "agresi" Israel di Gaza.

Selain itu, laporan tersebut juga melaporkan negara-negara berpendapatan rendah di kawasan tersebut berjuang menghadapi tantangan sosioekonomi yang "diperparah oleh keterbatasan ruang fiskal, berkurangnya bantuan, konflik, dan perpecahan politik.

ESCWA menyerukan kepada para pemerintah agar memperdalam diversifikasi, memperkuat keuangan publik, berinvestasi pada modal manusia dan transformasi digital serta menyelaraskan bantuan dan investasi dengan prioritas nasional, terutama di negara-negara yang terdampak konflik. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

56 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.