Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Pangkas Proyeksi PDB Global Jadi 2,5 Persen

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 21:17 WIB | Oleh:
PBB Pangkas Proyeksi PDB Global Jadi 2,5 Persen Doc: AFP

JENEWA - Ekonomi global sedang berada di bawah tekanan akibat krisis di Timur Tengah, yang memperlambat pertumbuhan, memicu kembali tekanan inflasi, dan meningkatkan ketidakpastian di seluruh pasar keuangan, demikian menurut Laporan Perkembangan Pertengahan Tahun 2026 tentang Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia (World Economic Situation and Prospects 2026 Mid-year Update), yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (19/5).

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global kini diproyeksikan sebesar 2,5 persen untuk 2026, turun 0,2 poin persentase dibandingkan proyeksi Januari, sementara pemulihan moderat diproyeksikan di angka 2,8 persen pada 2027, ungkap laporan tersebut.

Guncangan yang ditimbulkan oleh krisis Timur Tengah terutama dirasakan di sektor energi, melalui keterbatasan pasokan, lonjakan harga, serta meningkatnya biaya pengangkutan dan asuransi, dengan dampaknya menjalar ke rantai pasokan dan meningkatkan biaya produksi secara global. Meski lonjakan harga memberikan keuntungan tak terduga yang substansial bagi perusahaan-perusahaan energi, kondisi itu memperparah tekanan biaya bagi rumah tangga dan pelaku usaha di seluruh dunia.

Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah harga pangan. Pasokan pupuk terganggu sehingga mendorong kenaikan biaya, yang kemudian berpotensi menurunkan hasil panen dan menaikkan harga pangan.

Konflik Timur Tengah telah menghentikan tren disinflasi global yang berlangsung sejak 2023, dengan inflasi diperkirakan naik dari 2,6 persen pada 2025 menjadi 2,9 persen pada 2026 di perekonomian-perekonomian maju, serta dari 4,2 persen menjadi 5,2 persen di perekonomian-perekonomian berkembang, demikian menurut laporan tersebut.

Pasar tenaga kerja yang solid, permintaan konsumen yang tetap tangguh, serta perdagangan dan investasi yang didorong kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendukung aktivitas global, tetapi diperkirakan tidak akan sepenuhnya mengimbangi berbagai hambatan yang meluas, dan prospek paling menantang dihadapi oleh perekonomian-perekonomian berkembang pengimpor bahan bakar dan pangan.

Dampak krisis Timur Tengah sangat tidak merata, dengan dampak paling parah terkonsentrasi di Asia Barat, di mana pertumbuhan diproyeksikan merosot dari 3,6 persen pada 2025 menjadi 1,4 persen pada 2026, yang dipicu tidak hanya oleh guncangan energi, tetapi juga oleh kerusakan langsung pada infrastruktur serta gangguan serius pada produksi minyak, perdagangan, dan pariwisata, tunjuk laporan tersebut.

Di kawasan lain, dampaknya sangat bervariasi, yang terutama ditentukan oleh tingkat keterpaparan dan kapasitas respons.

"Krisis di Timur Tengah telah memperparah tekanan di perekonomian-perekonomian berkembang," kata Under-Secretary-General PBB Li Junhua, yang memimpin Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN Department of Economic and Social Affairs/UN DESA).

"Meningkatnya biaya pinjaman dan tekanan baru terhadap arus modal berisiko memperdalam kerentanan utang serta membatasi sumber daya yang tersedia untuk pembangunan berkelanjutan pada momen yang krusial." Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Didesak Benahi K...
Nasional
UMKM Perlu Maksimalkan Mome...
Nasional
RUU Hak Cipta Diharapkan Li...

Jepang-Inggris Fokus Energi Terbarukan

32 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Jepang-Inggris Fokus Energi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.