Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Perlu Fokus Percepat Transisi Energi

📅 Jumat, 05 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Perlu Fokus Percepat Transisi Energi Doc: antara
Ket. Tri Winarno Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM - Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan.

Meski bauran energi baru dan terbarukan (EBT) telah melampaui target hingga mencapai 17,89 persen per April 2026, dominasi batu bara dalam sistem kelistrikan masih cukup tinggi.

Jakarta – Percepatan transisi energi dinilai perlu terus menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, pengembangan pembangkit energi terbarukan, pemanfaatan potensi tenaga surya, serta percepatan investasi energi bersih dinilai penting agar target transisi energi dan pengurangan emisi karbon dapat tercapai secara berkelanjutan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi bauran EBTdalam pembangkit listrik nasional mencapai 17,89 persen hingga April 2026, melampaui target yang ditetapkan sebesar 16,46 persen.

“Bauran EBT mengalami kenaikan melampaui target, yaitu dengan realisasi 17,89 persen. Di atas target 16,46 persen,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut Tri, capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam pengembangan energi bersih dan menjadi indikator bahwa proses transisi energi nasional terus berjalan.

“Bauran energi nasional mencerminkan adanya upaya transisi energi yang terus berjalan,” ujarnya.

Hingga April 2026, produksi listrik nasional tercatat mencapai 165,51 terawatt hour (TWh). Dari jumlah tersebut, batu bara masih mendominasi dengan porsi 64,87 persen, disusul gas 13,86 persen, bahan bakar minyak (BBM) 3,38 persen, dan EBT sebesar 17,89 persen.

Pulau Sumatera menjadi wilayah dengan bauran EBT tertinggi, mencapai 41,76 persen dari total produksi listrik sebesar 32,42 TWh. Di wilayah tersebut, batu bara berkontribusi 38,40 persen, gas 17,79 persen, dan BBM 2,05 persen.

Sementara itu, sistem kelistrikan Jawa-Bali masih didominasi energi fosil. Dari total produksi listrik 87,43 TWh, sebanyak 70,99 persen berasal dari batu bara, 16,66 persen dari gas, 10,01 persen dari EBT, dan 2,34 persen dari BBM.

“(Upaya transisi energi) masih memerlukan akselerasi untuk mengurangi dominasi fosil di dalam sistem tenaga listrik nasional,” kata Tri.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa peningkatan bauran energi terbarukan terus didorong melalui implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Menurut dia, sebanyak 76 persen dari target penambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 gigawatt (GW) berasal dari energi terbarukan seperti tenaga surya, air, angin, panas bumi, serta didukung sistem penyimpanan energi.

“Dalam RUPTL itu, 76 persennya berbasis energi baru terbarukan dan juga baterai energy storage system, yaitu 52,8 GW,” ujar Darmawan.

Kontribusi Daerah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.