Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Patah Tulang Berisiko Sebabkan Kematian Dini, Kok Bisa?

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 11:50 WIB | Oleh:
Patah Tulang Berisiko Sebabkan Kematian Dini, Kok Bisa? Doc: Medical Daily/Pixabay
Ket. Ilustrasi

Kesehatan tulang sangat penting untuk kesehatan tubuh dan kualitas hidup secara keseluruhan. Sebuah studi baru menemukan bahwa patah tulang dapat menyebabkan kematian dini dan memangkas harapan hidup hingga tujuh tahun.

Para peneliti dari The University of Technology Sydney (UTS), Australia mengembangkan konsep baru yang disebut "usia kerangka" untuk mengukur dampak patah tulang pada kematian. Usia kerangka seseorang adalah usia kronologisnya, ditambah dengan jumlah tahun kehidupan yang hilang sehubungan dengan patah tulang.

Para peneliti memasukkan metrik baru ke dalam kalkulator daring, yang disebut "Bonecheck", untuk mendapatkan penilaian kesehatan tulang yang dipersonalisasi. Evaluasi tersebut membantu meningkatkan kesadaran tentang osteoporosis dan mengurangi risiko kematian dini akibat patah tulang.

Para peneliti menganalisis lebih dari 1,6 juta orang dewasa di Denmark dan menemukan bahwa patah tulang dikaitkan dengan berkurangnya satu hingga tujuh tahun tahun usia kehidupan tergantung pada jenis kelamin, usia, dan lokasi tulang.

"Meskipun patah tulang dapat mengurangi umur seseorang, pasien yang menderita patah tulang tidak sepenuhnya memahami kenyataan ini. Dengan kesadaran yang lebih besar akan risiko ini, dokter dan pasien akan lebih cenderung mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko kematian dini," kata pemimpin penelitian itu, Tuan Nguyen, dikutip dari Medical Daily, Jumat (19/5). .

Peneliti studi tersebut juga menemukan bahwa risiko kematian dini sangat tinggi pada orang dengan patah tulang pinggul, yakni sebanyak 30 persen pasien meninggal dunia dalam waktu setahun setelah patah tulang.

Dokter sekarang memberi tahu pasien tentang risiko patah tulang mereka berdasarkan probabilitas. Alat baru ini membuat komunikasi risiko menjadi lebih jelas.

"Dengan alat baru ini, dokter dan pasien dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko patah tulang dan memastikan kesehatan tulang yang lebih baik untuk semua," ujar Nguyen.

"Kelemahan dari probabilitas adalah sulit untuk dipahami, dengan pasien sering kali menganggap risiko kematian sebesar 5 persen setelah patah tulang pinggul dalam jangka waktu 5 tahun sebagai peluang 95% untuk selamat dari patah tulang pinggul," jelas dokter tersebut/

"Alat Skeletal Age memberikan pendekatan alternatif untuk menginformasikan kepada pasien tentang risiko patah tulang mereka. Sebagai contoh, alih-alih memberi tahu seorang wanita berusia 60 tahun bahwa risiko kematiannya setelah patah tulang pinggul adalah 5 persen,, ia dapat diberi tahu bahwa usia tulangnya adalah 65 tahun," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.