Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Baru, Cuan Baru: KKP Pacu Diversifikasi Ekspor Udang Global

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Baru, Cuan Baru: KKP Pacu Diversifikasi Ekspor Udang Global Doc: ANTARA FOTO/ Moch Asim
Ket. Ilustrasi - Udang vaname.

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggencarkan diversifikasi pasar ekspor udang guna memperkuat daya saing dan posisi Indonesia di pasar global.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti AS dan Jepang, sekaligus membuka peluang di kawasan potensial seperti Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur.

Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan pasar, tetapi juga peningkatan standar mutu, efisiensi rantai pasok, dan sertifikasi internasional agar produk udang Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan global dan dinamika perdagangan dunia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperluas diversifikasi pasar ekspor udang guna mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dan Tiongkok yang selama ini menjadi tujuan utama perdagangan produk perikanan Indonesia.

"Memang kita sebetulnya selama ini sudah melakukan proses diversifikasi melalui bussines matching," kata Direktur Pemberdayaan Usaha Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Catur Sarwanto saat dikonfirmasi mengenai upaya KKP dalam diversifikasi ekspor udang Indonesia akibat sempat adanya kasuistik Cs-137 dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/11).

Dia menyampaikan diversifikasi menjadi langkah strategi penting setelah ekspor udang sempat tersendat akibat polemik paparan radioaktif Cesium-137, yang mempengaruhi kepercayaan sementara dari pasar Amerika Serikat terhadap produk perikanan nasional. Kendati begitu, saat ini Indonesia kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat sejak 31 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Catur menyampaikan diversifikasi dilakukan melalui kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di berbagai negara.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha perikanan Indonesia dengan calon mitra potensial dari berbagai kawasan, termasuk Eropa.

Kendati demikian, Catur menyebutkan ekspor udang Indonesia ke pasar Eropa menunjukkan peningkatan signifikan mencapai 57 persen, menandakan minat dan kepercayaan yang semakin tinggi terhadap produk laut Indonesia di kawasan tersebut.

Selain itu, ekspor ke Tiongkok dan kawasan ASEAN juga mencatat pertumbuhanmasing-masing sebesar 20 persen, mencerminkan meluasnya jangkauan dan penguatan posisi dagang Indonesia di sektor perikanan.

"Dari data yang kita sampaikan tadi bahwa terjadi peningkatan di pasar-pasar selain Amerika, seperti yang tadi kita lihat pasar udang di Eropa itu justru peningkatannya cukup besar, sekitar 57 persen dan juga tentu Tiongkok itu juga cukup tinggi dan ASEAN sendiri juga sebesar 20 persen," ucapnya.

KKP menegaskan upaya perluasan pasar akan terus dilakukan secara konsisten, termasuk melalui kegiatan business matching lanjutan.

Bahkan Catur mengaku pada 20 November 2025, pihaknya melakukan business matching guna memperluas jaringan ekspor. Hanya saja, dia tidak menyebutkan negara yang dituju.

Namun, dengan strategi itu, KKP optimistis ekspor udang dan produk perikanan lainnya akan semakin berdaya saing, membuka pasar baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi kelautan Indonesia di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.