Menkeu Bessent: AS akan Cabut Lebih Banyak Sanksi terhadap Venezuela
📅 Senin, 12 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
SAVAGE, Minnesota – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan pada Sabtu (10/1), kepada Reuters bahwa sanksi tambahan terhadap Venezuela dapat dicabut paling cepat pekan depan untuk memfasilitasi penjualan minyak. Ia juga menyebut akan bertemu dengan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pekan depan guna membahas kembali keterlibatan lembaga-lembaga tersebut dengan Venezuela.
Dikutip dari The Straits Times, Bessent mengatakan hampir 5 miliar dollar AS aset moneter Venezuela berupa special drawing rights (SDR) IMF yang saat ini dibekukan berpotensi digunakan untuk membantu membangun kembali perekonomian negara tersebut.
“Kami sedang mencabut sanksi terhadap minyak yang akan dijual,” ujar Bessent saat berkunjung ke fasilitas teknik Winnebago Industries. Departemen Keuangan AS saat ini tengah mengkaji perubahan kebijakan yang akan mempermudah pemulangan hasil penjualan minyak yang sebagian besar masih tersimpan di kapal kembali ke Venezuela.
“Bagaimana kami bisa membantu agar dana itu kembali ke Venezuela, untuk menjalankan pemerintahan, layanan keamanan, dan menyalurkannya kepada rakyat Venezuela?” kata Bessent, menjelaskan analisis sanksi yang dilakukan Departemen Keuangan.
Ketika ditanya kapan lebih banyak sanksi terhadap Venezuela dapat dicabut, Bessent menjawab, “Bisa saja secepat pekan depan,” meski ia tidak merinci sanksi mana yang akan dihapus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menstabilkan Venezuela dan mendorong kembalinya produsen minyak AS ke negara itu. Upaya ini dilakukan sepekan setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro di Caracas dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Sanksi AS selama ini melarang bank internasional dan kreditor lain berhubungan dengan pemerintah Venezuela tanpa izin khusus.
Pada 9 Januari, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang pengadilan atau kreditor menyita pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Departemen Keuangan AS. Trump menyatakan dana tersebut harus dilindungi untuk membantu Venezuela menciptakan “perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas.”
Sebaiknya Anda baca juga:
IMF dan Bank Dunia
Bessent, yang mengendalikan porsi kepemilikan saham dominan AS di IMF dan Bank Dunia, mengatakan kedua lembaga tersebut telah menghubunginya terkait Venezuela.
Ia menyebut Departemen Keuangan AS bersedia mengonversi special drawing rights (SDR) IMF milik Venezuela yang disimpan di lembaga tersebut menjadi dolar AS untuk digunakan dalam upaya membangun kembali Venezuela.
Saat ini Venezuela memiliki sekitar 3,59 miliar SDR, dengan nilai sekitar 4,9 miliar dollar AS berdasarkan nilai tukar 9 Januari, namun belum dapat mengaksesnya. SDR sendiri terdiri atas dolar AS, euro, yen, pound sterling, dan yuan Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!