Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menimba Ilmu Membayarnya dengan Sampah

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Menimba Ilmu Membayarnya dengan Sampah Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Sejumlah anak membawa sampah yang sudah dipilah dan dipilih ­untuk dikumpulkan ke Sekretariat RW 06 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/9).

Pelajaran terbaik adalah praktik langsung. Demikian juga dalam mengajarkan cinta lingkungan. Marilah bertandang ke permukiman yang hanya "sejengkal" dari gedung-gedung pencakar langit di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Riuh kegiatan ekonomi di wilayah tersebut tak menyurutkan semangat sekelompok anak untuk menimba ilmu, meski bel penanda akhir dari jam sekolah telah berdering.

Di RW 06, Kelurahan Kebon Melati, terdapat sebuah bangunan sederhana dengan label 'sekretariat' yang terpaku di dekat jendela. Bangunan sederhana ini menjelma menjadi tempat para siswa melanjutkan pembelajaran di luar jam sekolah.

Sekitar pukul 15.00 WIB, anak-anak mulai menyambangi sekretariat itu dengan pakaian santai, tanpa sepatu. Tujuan mereka hanya satu, yakni menjalani bimbingan belajar (bimbel) di bilik mungil dengan kapasitas enam orang dan penerangan yang remang-remang.

Hal unik yang cukup menggelitik adalah keberadaan timbangan di sudut ruangan, hanya beberapa langkah sebelum memasuki tempat pembelajaran. Mr. Abi, tenaga pengajar dalam bimbel ini, mengatakan bahwa timbangan tersebut digunakan untuk menimbang sampah.

Selain itu, terletak di seberang bilik ajar, terdapat sebuah ruangan yang didedikasikan khusus untuk menjadi tempat penyimpanan sampah yang telah terpilah dan terpilih. Sampah-sampah dalam ruangan tersebut telah dibersihkan sebelum disimpan, serta disusun dengan rapi, sehingga tidak ada yang berceceran.

Nantinya, sampah-sampah yang terkumpul itu akan diserahkan ke Bank Sampah RW 06, Kelurahan Kebon Melati, untuk ditukar dengan uang. Di dalam ruangan ini, mayoritas sampah yang dikumpulkan berjenis botol plastik dan kaleng bekas.

Keberadaan timbangan dan ruang penyimpanan tersebut dikarenakan para siswa dapat membayar bimbel di sekretariat itu menggunakan sampah yang sudah terpilah dan terpilih.

Bimbingan Belajar Berbayar Sampah Terpilah Terpilih (B3STT) itu merupakan program unggulan yang mengantarkan RW 06 Kebon Melati sebagai pemenang dalam lomba HATINYA (Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) PKK se-DKI Jakarta 2023.

Absennya sampah plastik di ruas jalan menjadi bukti keberhasilan pengurus RW membangkitkan kesadaran masyarakatnya tentang kebersihan lingkungan. Bahkan, di sejumlah sudut gang, terdapat kotak yang didedikasikan khusus untuk sampah botol plastik. Warga setempat menyebutnya sebagai dropbox.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.