Mahasiswa Berdampak Sediakan Dana 120 Juta untuk BEM
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 23:49 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Foto tangkapan layar Yotube Kemendiktisaintek
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan program "Mahasiswa Berdampak" yang ditujukan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) agar lebih aktif hadir di masyarakat. Program ini bertujuan menjadikan BEM sebagai agen transformasi sosial berbasis riset kampus.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa BEM dapat menjadi agen yang membawa riset kampus ke masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan serta wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.
"Di sini BEM akan menjadi agen transformasi, menginisiasikan sosial berbasis riset kampus," ujarnya, dalam konferensi pers, Rabu (14/5).
Melalui program ini, Kemendiktisaintek menyiapkan pendanaan sebesar 120 juta rupiah untuk setiap proposal yang diterima. Fauzan berharap program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan membantu membangun ekosistem riset dan penelitian yang lebih baik.
"Dampak yang diharapkan dari program yang kami sampaikan adalah terbukanya akses masyarakat ke teknologi dan adanya perubahan di desa dan sektor transformasi sebagai bagian dari transformasi sosial, ekonomi dan teknologi dan infrastruktur yang berdampak signifikan pada pembangunan desa," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, program Mahasiswa Berdampak mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan dampak di masyarakat.
Brian menerangkan, dengan adanya program ini BEM setiap perguruan tinggi bisa merancang berbagai inisiatif sosial berbasis komunitas. Mahasiswa melalui program ini didampingi dosen pembimbing untuk menerapkan hasil penelitian di tengah masyarakat.
"Hasil inovasi yang dikembangkan di kampus diimplementasikan melalui teknologi tepat guna untuk memecahkan masalah krusial yang ada di desa yang berdekatan dengan kampus. Misal soal pangan, energi, kesehatan hingga kemiskinan ekstrem," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!