Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lembaga Keuangan Asing Menarik Diri, Sejumlah PLTU Mangkrak

📅 Senin, 07 Jun 2021, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lembaga Keuangan Asing Menarik Diri, Sejumlah PLTU Mangkrak Doc: Sumber: Kementerian ESDM

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pekan lalu, menyebutkan ada 12 proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dibatalkan karena proyeknya mangkrak. Mangkraknya pembangunan proyek tersebut karena lembaga keuangan asing enggan membiayai pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil seperti batu bara.

Selain 12 proyek yang dibatalkan karena mangkrak, juga terdapat 43 unit pembangkit yang termasuk dalam proyek 35 ribu megawatt sudah meneken kontrak, namun belum melakukan konstruksi. Hal itu karena pendanaan proyeknya macet.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di Jakarta, pekan lalu, mengatakan banyak lembaga keuangan asing yang tidak mau lagi mendanai proyek-proyek energi fosil karena ada kebijakan global untuk memberi prioritas pembiayaan pada energi hijau atau green energy yang berkelanjutan.

"Lembaga keuangan di luar negeri banyak yang men-declare tidak akan lagi membiayai. Artinya, proyek itu tidak akan terlaksana kalau nggak ada yang membiayai karena nggak mungkin semuanya dibangun dengan equity," kata Rida.

M u n d u r n y a pemodal asing tersebut akan berdampak pada pengembangan energi di Indonesia, jika tetap menggunakan batu bara dan tidak beralih ke sumber energi hijau, khususnya energi baru terbarukan (EBT) seperti energi angin, panas bumi, air, tenaga surya, dan lain sebagainya.

Untuk 12 proyek yang dibatalkan, pemerintah, jelasnya, akan mengganti dengan transmisi listrik sehingga tak mengorbankan pasokan di daerah tersebut.

"Konteks terminasi itu digantikan dengan proyek lain dengan cara membangun transmisi melakukan ekstensi tarik kabel sehingga pembangkit di situ tidak diperlukan lagi," kata Rida.

Momentum Dorong EBT

Menanggapi mundurnya lembaga keuangan asing itu, Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, mengatakan momentum tersebut tepat untuk semakin gencar menggenjot energi baru dan terbarukan (EBT).

Dia mengakui investor dari Eropa dan Amerika serta Jepang dan Korea Selatan tidak berminat membiayai lagi PLTU batu bara. "Kita harapkan pemerintah menghentikan pembangunan PLTU yang belum dibangun walaupun sudah ada dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)," tegas Sawung.

Apalagi beberapa tempat sudah kelebihan pasokan listrik, seperti grid Jawa, Bali, dan Sumatera. "Ini momentum yang tepat untuk transisi menuju energi terbarukan. Energi terbarukan yang dibangun pun bukan hanya skala besar saja, tetapi juga yang kecil atau individu," katanya.

Selama ini, jelasnya, PLN masih sulit menerima dari individu yang punya kelebihan pasokan listrik ataupun memasang on grid. n ers/E-9

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.