Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Emisi Karbon, PLTU Jawa 4 Adopsi Teknologi USC

📅 Kamis, 24 Okt 2024, 08:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Emisi Karbon, PLTU Jawa 4 Adopsi Teknologi USC Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Seseorang memotret Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 atau Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 PT Bhumi Jati Power (BJP) di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 23/10/2024).

JEPARA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 atau Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 PT Bhumi Jati Power (BJP) dalam pengoperasiannya mengadopsi teknologi pembakaran batu bara Ultra-Supercritical (USC), sebagai upaya untuk menekan emisi karbon.

"Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan pengurangan emisi gas rumah kaca," kata Direktur Bhumi Jati Power Boy Gemino Kalauserang di Jepara, Jawa Tengah, Kamis (24/10).

Dia menyampaikan bahwa PLTU Jawa 4 atau Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 telah beroperasi secara komersil (Commercial Operation Date/COD) sejak September 2022.

Boy menyebutkan bahwa setelah beroperasi secara komersial, maka pihaknya harus menerapkan secara keberlanjutan atau sustainable

"COD adalah merupakan suatu hal yang penting karena selesainya project development dan masuk ke dalam tahapan COD, ini justru merupakan suatu awal kita untuk beroperasi secara sustainable hingga 25 tahun," ujarnya.

Berbeda dengan pembangkit listrik lainnya, panjutnya, BJP mengadopsi teknologi pembakaran batu bara Ultra-Supercritical (USC), yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidang pembangkit listrik berbahan bakar bat bara.

Ia menuturkan bahwa teknologi USC menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam siklus termal uap, sehingga mengurangi konsumsi batu bara dibandingkan dengan teknologi lainnya.

"Jadi di situlah menjadi satu dasar pemikiran bagaimana kami juga penting untuk mengedepankan aspek sustainability dalam beroperasi dalam 25 tahun itu," jelasnya.


Ia menyebutkan, beberapa keunggulan dari teknologi USC, pertama efisiensi tinggi. USC mampu meningkatkan efisiensi pembangkit listrik secara signifikan, memungkinkan lebih banyak listrik dihasilkan dari jumlah bahan bakar yang sama.

Kedua, pengurangan emisi. Dengan teknologi USC membantu mengurangi dampak lingkungan dari pembangkit listrik berbasis batu bara.

Ketiga, USC menggunakan uap pada suhu dan tekanan yang sangat tinggi, memungkinkan operasi yang lebih efisien dan mengurangi limbah panas.

"Dengan teknologi USC, emisi CO2 total dan spesifik (ton CO2/tahun dan ton CO2/kWh) dapat berkurang secara substansial," jelasnya.

PT Bhumi Jati Power (BJP) adalah perusahaan Independent Power Producer (IPP) yang didirikan oleh tiga perusahaan sponsor Sumitomo Corporation, The Kansai Electric Power Co., Inc., dan PT United Tractors Tbk melalui anak usahanya PT Unitra Persada Energia (UPE).

BJP memiliki PLTU Unit 5 & 6 dengan kapasitas 2x1.000 MW yang berlokasi di Kompleks PLTU Tanjung Jati B, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.