Kritik Keras Paus Leo dari Angola: Pemimpin Tiran Cuma Janjikan Kekayaan Tapi Bawa Derita
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 16:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Ratusan ribu umat memadati lapangan Kilamba di dekat Luanda, Angola, pada Minggu untuk menghadiri misa yang dipimpin Paus Leo. Acara ini menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian kunjungan Paus ke Afrika tahun ini.
Menurut Vatikan, sekitar 200.000 orang diperkirakan hadir dalam perayaan tersebut. Sejak pagi hari, warga telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik agar dapat menyaksikan langsung misa yang berlangsung di ruang terbuka itu.
Sejumlah umat bahkan rela menunggu berjam-jam di tengah cuaca panas dan lembap. Antusiasme tinggi terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari rohaniwan hingga keluarga yang datang bersama anak-anak mereka.
"Kedatangan Paus di sini adalah sebuah sukacita," ujar Suster Christina Matende. Ia mengaku datang sejak pagi untuk memastikan dapat mengikuti misa secara langsung di lokasi.
Kehadiran Paus dinilai membawa harapan di tengah kondisi sosial ekonomi Angola yang masih menghadapi tantangan berat. Meski dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di Afrika sub-Sahara, sebagian besar penduduknya masih hidup dalam kemiskinan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data Bank Dunia menunjukkan lebih dari 30 persen warga Angola hidup dengan penghasilan di bawah 2,15 dolar AS per hari. Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam pesan yang disampaikan Paus selama kunjungannya.
Dalam pidatonya sehari sebelumnya, Paus mengecam praktik eksploitasi sumber daya alam yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Ia juga mengkritik kepemimpinan yang hanya menguntungkan segelintir pihak.
"Para despot dan tiran menjanjikan kekayaan, tetapi justru membawa penderitaan," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Paus juga menyerukan kepada para pemimpin politik agar mengutamakan kesejahteraan masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya keadilan sosial, pemerataan, serta keberpihakan pada kelompok rentan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari tur empat negara di Afrika. Selain menyampaikan pesan keagamaan, Paus juga aktif menyoroti isu global seperti perang, ketimpangan ekonomi, dan krisis kemanusiaan.
Salah satu warga, Anielka Caliata, mengaku terinspirasi oleh gaya bicara Paus yang tegas dan lugas. Ia berharap pesan tersebut dapat mendorong perubahan positif di negaranya.
"Negara kita sangat membutuhkan pesan ini. Kita harus bekerja sama untuk menciptakan perdamaian," katanya.
Dengan jumlah umat Katolik yang mencapai lebih dari setengah populasi, Angola menjadi salah satu basis penting bagi Gereja Katolik di Afrika. Kunjungan Paus ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas serta mendorong refleksi bersama tentang masa depan bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!